KBEONLINE.ID – Hujan deras yang kembali mengguyur wilayah Kabupaten Karawang dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir kembali meluas di sejumlah wilayah. Padahal sebelumnya, kondisi banjir sempat berangsur surut di beberapa desa yang terdampak.
Dari total 26 desa yang sempat terdampak banjir, sebanyak 9 desa di 5 kecamatan dilaporkan masih tergenang, sementara desa lainnya telah surut. Namun, per 29 Januari, banjir kembali terjadi dan merendam 20 desa yang tersebar di 8 kecamatan di Kabupaten Karawang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Usep Supriatna, menyampaikan bahwa desa-desa yang masih terdampak banjir berada di beberapa kecamatan dengan tingkat genangan yang bervariasi.
Baca Juga:Banjir Rendam 41 Desa di Bekasi, Sebanyak 37.879 Jiwa Terdampak, 6.027 MengungsiNyari Tempat Nyarap Murah di Karawang? Coba 3 Rekomendasi Ini Enak dan Murah untuk Kulineran Low Budget
“Untuk Kecamatan Cilamaya Wetan, banjir masih terjadi di Desa Rawagempol Kulon dan Desa Muara Baru,” ujar Usep, Kamis (29/1).
Selain itu, banjir juga merendam wilayah Kecamatan Karawang Barat, tepatnya di Kelurahan Tanjungpura, Kelurahan Tanjungmekar, dan Kelurahan Karawang Kulon.
Sementara di Kecamatan Rengasdengklok, desa yang terdampak meliputi Desa Kertasari, Desa Rengasdengklok Utara, Desa Kalangsari, Desa Rengasdengklok, dan Desa Karyasari.
Usep menambahkan, banjir juga masih menggenangi Desa Karangligar di Kecamatan Telukjambe Barat, Desa Sukamakmur di Kecamatan Telukjambe Timur, Desa Kosambibatu dan Desa Pusakajaya Utara di Kecamatan Cilebar, Desa Kalidungjaya di Kecamatan Cibuaya, serta Desa Duren dan Desa Pancawati di Kecamatan Klari.
Berdasarkan data per tanggal 28 Januari 2026, BPBD Karawang, jumlah rumah terdampak mencapai 3.567 unit, dengan 4.083 kepala keluarga atau 11.538 jiwa terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, terdapat 177 bayi, 605 balita, 109 lansia, serta 70 ibu hamil.
“Untuk jumlah pengungsi saat ini tercatat sebanyak 1.356 orang yang tersebar di beberapa titik pengungsian,” jelas Usep.
Ia menyebutkan bahwa dampak banjir paling parah masih terjadi di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat. Di wilayah tersebut, sebanyak 237 rumah terendam banjir, dengan 281 kepala keluarga atau 823 jiwa terdampak.
Baca Juga:Update Harga Emas Hari Ini, 29 Januari 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Naik, Cek Buybacknya Disini!Cara Ajukan KUR BSI 2026 untuk Modal Usaha hingga Rp200 Juta, Cicilan Ringan Sampai 5 Tahun!
“Ketinggian air di beberapa titik di Karangligar bahkan dilaporkan mencapai lebih dari dua meter, sehingga aktivitas warga lumpuh total,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Usep mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang masih terus melakukan penanganan darurat di seluruh desa yang terdampak banjir. Upaya tersebut dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pendistribusian bantuan logistik hingga pemantauan kondisi lapangan untuk memastikan situasi tetap terkendali dan kebutuhan warga terpenuhi.
