KBEONLINE.ID KARAWANG — Kemunculan dua kasus virus Nipah di West Bengal, India, yang menginfeksi tenaga kesehatan (nakes) kembali menjadi perhatian global.
Meski demikian, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menegaskan bahwa hingga 28 Januari 2026 Indonesia masih bebas kasus virus Nipah pada manusia.
Biarpun belum ditemukan kasus di dalam negeri, pemerintah memastikan tidak lengah.
Baca Juga:Bocoran Samsung Galaxy S26 Series: Desain Berubah, Wireless Charging Makin NgebutMenteri Bappenas Nilai Program Makan Bergizi Gratis Lebih Mendesak Dibanding Persoalan Lapangan Kerja
Pengawasan di pintu masuk negara seperti bandara dan pelabuhan diperketat, disertai peningkatan deteksi dini di fasilitas layanan kesehatan, terutama bagi pelaku perjalanan dari wilayah terjangkit.
Awal Mula Wabah Virus Nipah di West Bengal, India
Berdasarkan laporan situasi kesehatan, wabah virus Nipah di India pertama kali terdeteksi pada 12 Januari 2026 di Distrik North 24 Parganas, West Bengal.
Dua pasien terkonfirmasi merupakan perawat berusia 25 tahun yang bekerja di rumah sakit swasta di Barasat.
Kedua kasus ini menunjukkan adanya penularan antar manusia, terutama dalam lingkungan pelayanan kesehatan.
Kronologi Kasus Pertama Virus Nipah
Kasus pertama dialami oleh perawat perempuan yang memiliki riwayat perjalanan ke Distrik Nadia, wilayah yang berbatasan langsung dengan Bangladesh, pada 14–17 Desember 2025.
• 30 Desember 2025: Pasien mulai mengalami batuk dan demam tinggi
• 4 Januari 2026: Kondisi memburuk hingga kehilangan kesadaran
• Saat ini, pasien dilaporkan dalam kondisi kritis dan menggunakan ventilator
Riwayat perjalanan ke daerah perbatasan menjadi salah satu faktor yang didalami otoritas kesehatan India dalam penelusuran sumber infeksi.
Kronologi Kasus Kedua Virus Nipah
Baca Juga:117 Titik Banjir Masih Terendam, DPRD Kab Bekasi Nilai Absennya Masterplan Drainase Jadi MasalahBanjir Rendam Jalan Raya Imam Bonjol Cikarang Barat, Pengendara Motor Terpaksa Dorong Kendaraan
Kasus kedua menimpa perawat laki-laki yang diketahui melakukan kontak langsung dengan kasus pertama saat bekerja bersama pada 20–21 Desember 2025.
• 27 Desember 2025: Pasien mulai menunjukkan demam, gangguan saraf, hingga kejang
• Berbeda dengan kasus pertama, kondisi pasien kedua dilaporkan mulai membaik
Hasil pemeriksaan RT-PCR pada 13 Januari 2026 secara resmi mengonfirmasi keduanya positif virus Nipah.
Ratusan Kontak Dilacak, Nakes Lain Berstatus Suspek
Kementerian Kesehatan India mengungkapkan bahwa 196 kontak erat telah dilacak, dikarantina, dan diuji, dengan hasil seluruhnya negatif virus Nipah.
Namun demikian, tiga tenaga kesehatan lainnya, termasuk seorang dokter, berstatus suspek karena memiliki riwayat merawat pasien terkonfirmasi.
