Menteri Bappenas Nilai Program Makan Bergizi Gratis Lebih Mendesak Dibanding Persoalan Lapangan Kerja

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan urgensi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan urgensi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu segera dijalankan karena dinilai lebih mendesak dibandingkan upaya penciptaan lapangan kerja di kondisi saat ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Rachmat dalam Prasasti Economic Forum 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Ia menilai persoalan kelaparan dan kekurangan gizi masih menjadi masalah serius di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di daerah pelosok.

Baca Juga:117 Titik Banjir Masih Terendam, DPRD Kab Bekasi Nilai Absennya Masterplan Drainase Jadi MasalahBanjir Rendam Jalan Raya Imam Bonjol Cikarang Barat, Pengendara Motor Terpaksa Dorong Kendaraan

Menurut Rachmat, meskipun penyediaan lapangan kerja tetap penting, kondisi riil masyarakat menuntut pemerintah untuk menangani persoalan gizi terlebih dahulu sebelum berbicara soal produktivitas tenaga kerja.

“Lapangan kerja penting, tapi makan bergizi itu lebih mendesak. Kalau kita hanya bicara pekerjaan tanpa memastikan mereka bisa makan, itu ibarat memberi kail saat orangnya sudah kelaparan,” ujar Rachmat dikutip dari YouTube NTV Kamis, (29/1/2026).

Rachmat mengungkapkan, masalah kekurangan gizi berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia di masa depan.

Ia mengaku prihatin saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian sekolah rakyat, di mana ditemukan masih banyak siswa tingkat SMP dan SMA yang belum mampu membaca dan menulis dengan baik.

Ia menilai kondisi tersebut tidak bisa dilepaskan dari masalah gizi yang tidak terpenuhi sejak usia dini, sehingga berdampak pada kemampuan kognitif anak-anak.

“Ini fakta di lapangan. Banyak anak-anak kita yang secara usia sudah remaja, tapi kemampuan dasarnya masih tertinggal. Kita tidak bisa menutup mata,” katanya.

Lebih lanjut, Rachmat menegaskan bahwa pemerintah memilih pemenuhan gizi sebagai fondasi utama pembangunan nasional.

Baca Juga:IHSG Rontok Mendekati Trading Halt 8 Persen Hari Ini, Tertekan Imbas Pengumuman MSCI dan Isu Free Float SahamSaham Konglomerasi Berguguran Usai Keputusan MSCI, Emiten Mana Paling Tertekan?

Menurutnya, pembangunan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja tidak akan berjalan optimal jika kualitas SDM masih rendah.

Program Makan Bergizi Gratis disebut sebagai langkah awal untuk memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan.

“Kita harus kuatkan fondasinya dulu. Gizi yang cukup adalah dasar sebelum bicara produktivitas dan pertumbuhan ekonomi,” tutup Rachmat.

0 Komentar