KBEOnline.id – Peluncuran Highguard, game PvP raid shooter gratis dari Wildlight Entertainment, ternyata nggak semulus yang dibayangkan. Walaupun kemarin sudah resmi rilis di PC dan konsol, sambutan pemain malah terasa adem ayem. Di Steam, Highguard sempat menembus angka puncak sekitar 97 ribu pemain sekaligus, jumlah yang biasa saja buat game gratis dan belum cukup buat bikin hype bertahan lama.
Sebenarnya, tanda-tanda kurang bagus sudah kelihatan sejak kemunculan Highguard di The Game Awards 2025. Trailer yang dipakai buat menutup acara justru banjir komentar negatif. Banyak penonton bilang videonya gagal menjelaskan konsep game, arah gameplay, dan apa sih yang bikin Highguard menarik. Bukannya bikin penasaran, trailer itu malah meninggalkan kesan kosong dan bikin bingung.
Dusty Welch, CEO sekaligus pendiri Wildlight Entertainment, langsung mengakui masalah ini. Dalam wawancara dengan PC Gamer, dia bilang trailer tersebut memang kurang tepat sasaran. Timnya terlalu fokus bikin tontonan yang kelihatan “wah” di panggung besar, padahal mestinya mereka nunjukin loop gameplay inti yang jadi daya tarik utama Highguard dari awal.
Baca Juga:Aneh Tapi Nyata, DDR4 Malah Lebih Mahal dari DDR5Anime Awards 2026 Siap Digelar di Tokyo, Lagu Evangelion Bakal Menggema
Sayangnya, masalah nggak berhenti di trailer saja. Begitu gamenya bisa dimainkan, review di Steam langsung dipenuhi kritik. Sekarang, status review Highguard ada di kategori Mostly Negative, dengan angka rekomendasi positif cuma sekitar 32 persen. Banyak pemain kecewa karena pengalaman mainnya jauh dari harapan.
Keluhan paling sering soal desain map yang dinilai kelewat luas untuk mode 3v3. Pertarungan terasa sepi dan kurang greget. Beberapa pemain bahkan bilang, bakal lebih cocok kalau formatnya 5v5 atau bahkan 10v10 supaya pertempuran terasa lebih rame. Selain itu, isu optimasi PC juga jadi sorotan, padahal Highguard sudah pakai Unreal Engine 5.
Awal yang berat kayak gini bikin Highguard ada di persimpangan jalan. Kalau mereka bisa beresin gameplay, atur ulang skala pertempuran, dan benahi performa, masih ada harapan buat bangkit. Tapi kalau nggak, ya siap-siap saja tenggelam di pasar game gratis yang makin penuh sesak. (*)
