Seiring berkembangnya teknologi, manusia menuntut waktu yang semakin presisi. Maka lahirlah jam mekanik modern, lalu disempurnakan lagi hingga akhirnya dunia memakai jam atom. Saat ini, satu hari secara resmi ditetapkan sebagai 86.400 detik, berdasarkan getaran atom sesium-133 yang super stabil dan akurat.
Meski teknologi kita sudah sangat canggih, menariknya ritme 24 jam tetap dipertahankan. Alasannya bukan hanya soal sains, tapi juga karena tubuh manusia—jam biologis kita—sudah beradaptasi dengan siklus terang dan gelap tersebut selama ribuan tahun.
Jadi, setiap kali kamu merasa waktu sehari terasa cepat habis, ingatlah: sistem 24 jam yang kita pakai hari ini adalah hasil gabungan imajinasi manusia kuno, pengamatan langit, dan kemajuan ilmu pengetahuan. Dari pasir Mesir hingga atom sesium—semuanya ikut menentukan bagaimana kita menjalani satu hari.
