Bulog Karawang Serap 14.041 Ton Gabah Petani Terdampak Banjir Sesuai HPP Rp6.500

Petani Terdampak Banjir
Bulog Karawang Serap 14.041 Ton Gabah Petani Terdampak Banjir Sesuai HPP Rp6.500. -kbe-
0 Komentar

KBEONLINE.ID, KARAWANG – Perum Bulog Karawang menyerap sebanyak 14.041 ton Gabah Kering Panen (GKP) hingga pertengahan Januari 2026. Dari total tersebut, sekitar 80 persen merupakan gabah milik petani yang terdampak banjir.

Penyerapan gabah dilakukan dengan harga sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram, di tengah kondisi harga gabah di pasar yang mengalami penurunan signifikan.

Pemimpin Cabang Perum Bulog Karawang, Umar Said, mengatakan banjir yang melanda sejumlah wilayah sentra pertanian menyebabkan harga GKP di tingkat pasar berpotensi jatuh hingga berada pada kisaran Rp2.500 sampai Rp3.000 per kilogram.

Baca Juga:Jadwal Bioskop Trans TV Malam Ini 30 Januari 2026 : Ada Skylines dan Voyagers, Cek SinopsisnyaObat Keras Daftar G Masih Marak, 18 Kasus Dibongkar Polres Metro Bekasi

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi petani jika tidak ada intervensi dari pemerintah.

“Ketika harga gabah turun jauh di bawah HPP, negara harus hadir untuk melindungi petani agar tidak dirugikan. Bulog melakukan pembelian sesuai HPP, Pemerintah Daerah menjalankan skema asuransi gagal panen” kata Umar, Jumat, (30/1).

Ia menjelaskan, dalam situasi harga di bawah HPP, petani memiliki hak untuk menahan penjualan gabah atau memilih menjualnya langsung ke Bulog.

“Petani tidak wajib menjual gabahnya ke pasar. Mereka bisa menjual ke Bulog dengan harga sesuai HPP yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Untuk merespons kondisi tersebut, Bulog Karawang mempercepat penyerapan dengan melakukan pembelian langsung ke petani melalui tim jemput pangan.

Langkah ini berdampak pada meningkatnya volume penyerapan gabah pada Januari 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Sampai pertengahan Januari tahun ini, penyerapan sudah mencapai 14.041 ton. Tahun lalu pada periode yang sama tidak setinggi ini karena tidak terjadi banjir,” kata Umar.

Baca Juga:Di Mana Tempat Nonton Live Streaming Thailand Masters 2026 Hari Ini? Cek Linknya Dibawah Sini!Pemdes Sukadami Mulai Melakukan Tahapan-tahapan Pengisian BPD

Ia menyebutkan, selama Januari 2026 Bulog Karawang rata-rata mampu menyerap 1.500 hingga 2.500 ton GKP per hari dari petani di berbagai wilayah.

“Jika satu petani menjual sekitar 10 ton, berarti ada sekitar 250 petani atau titik panen yang gabahnya kami serap setiap hari. Hampir 80 persennya merupakan petani terdampak banjir,” ujarnya.

Umar memastikan Bulog Karawang menerima seluruh kualitas gabah kering panen milik petani tanpa membedakan mutu.

“Semua kualitas gabah kami terima. Prinsipnya, gabah petani tidak boleh ditolak selama sudah memasuki masa panen dan bulir padinya sudah bersih terpisah dari kotoran atau jerami dan benda lain,” tegasnya.

0 Komentar