‎Fordas Cilamaya Hadiri RDP DPR RI, Soroti Longsor Tanggul dan Banjir Tahunan Sungai Cilamaya–Ciherang ‎

Fordas Cilamaya Berbunga berkesempatan hadir dalam RDP di DPR RI terkait Jebolnya Tanggul Sungai Cilamaya
Fordas Cilamaya Berbunga berkesempatan hadir dalam RDP di DPR RI terkait Jebolnya Tanggul Sungai Cilamaya
0 Komentar

KBEONLINE.ID– Hari ini, Forum Daerah Aliran Sungai (Fordas) Cilamaya Berbunga berkesempatan hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang difasilitasi Fraksi PKS DPR RI bersama Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS, guna membahas longsornya tanggul Sungai Cilamaya di Dusun Kalihegar, Desa Barugbug, Kecamatan Jatisari. Fordas Cilamaya Berbunga menyampaikan bahwa dampak longsor tersebut sangat serius.

‎Sebanyak 30 rumah warga telah hanyut tergerus longsoran, dan kondisi tanggul yang tersisa masih terus mengancam keselamatan penduduk lainnya di sekitar bantaran sungai.

‎Selain itu, Fordas juga menegaskan persoalan banjir musiman yang setiap tahun melanda Kecamatan Jatisari, Kecamatan Banyusari, dan Kecamatan Cilamaya Wetan. Ketiga kecamatan tersebut telah menjadi langganan banjir setiap musim penghujan akibat jebolnya tanggul Sungai Cilamaya dan Sungai Ciherang yang hingga kini belum mendapatkan penanganan serius dan berkelanjutan.

Baca Juga:‎1 Hari 24 Jam? Begini Penjelasan Lengkap dan Sejarahnya! ‎Mau Financial Freedom? Begini Tips Keuangan Ala Nabi Muhammad SAW

‎Dampak banjir tersebut tidak hanya merusak permukiman, tetapi juga menghantam sektor pertanian, perikanan tambak, dan peternakan, yang menyebabkan gagal panen dan menurunnya pendapatan masyarakat.

‎Menurut Jaenal Arip, Pengurus Fordas Cilamaya Berbunga, kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan tanggul sungai tidak bisa lagi ditangani secara parsial dan tambal sulam.

‎“Longsornya tanggul di Barugbug adalah peringatan serius. Jika tidak segera ditangani secara menyeluruh, bukan tidak mungkin jumlah rumah dan warga terdampak akan terus bertambah,” tegasnya.

‎Jaenal Arip juga menekankan bahwa masyarakat di tiga kecamatan tersebut telah terlalu lama hidup dalam kecemasan setiap kali musim hujan tiba.

‎“Setiap musim hujan, warga Jatisari, Banyusari, dan Cilamaya Wetan selalu berada dalam kondisi waswas. Banjir datang berulang karena tanggul yang jebol dibiarkan tanpa penanganan permanen,” tambahnya.

‎Dalam RDP tersebut, Fordas Cilamaya Berbunga mendesak agar BBWS dan Kementerian PU segera melakukan penanganan serius dan terintegrasi, khususnya terhadap longsoran di Desa Barugbug yang kondisinya semakin mengancam keselamatan warga.

0 Komentar