Selain menyampaikan tuntutan, Fordas juga menawarkan mitigasi bencana berbasis “Solusi Alami dan Berkelanjutan” melalui penanaman rumput Vetiver di sepanjang tanggul Sungai Cilamaya dan Sungai Ciherang bagian hilir.
“Rumput Vetiver bukan hanya memperkuat tanggul dan menahan erosi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak, bahan minuman kesehatan, hingga kerajinan tangan. Artinya, mitigasi bencana sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga,” jelas Jaenal Arip.
Melalui pendekatan tersebut, Fordas Cilamaya Berbunga berharap tanggul sungai di Kabupaten Karawang menjadi lebih kokoh, aman, dan tetap alami, serta mampu mengurangi risiko banjir tahunan yang selama ini membebani masyarakat.
