kbeonline.id – Persija Jakarta mengirim sinyal kuat dalam perburuan gelar BRI Super League 2025-2026 setelah menundukkan Persita Tangerang dengan skor 2-0 pada pekan ke-19. Laga yang digelar di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Jumat (30/1/2026) sore WIB itu menjadi momentum penting bagi Macan Kemayoran untuk menempel ketat Persib Bandung di papan atas.
Kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin. Persija kini mengoleksi 41 poin dan resmi menyamai perolehan angka Persib di puncak klasemen. Persaingan gelar pun semakin panas memasuki paruh kedua musim, di mana selisih kecil bisa sangat menentukan di akhir kompetisi.
Efektivitas Jadi Pembeda
Sebagai tim tamu, Persija tampil percaya diri sejak awal. Mereka mampu mengontrol tempo dan lebih efektif memanfaatkan peluang. Gol pembuka lahir pada menit ke-33 melalui Gustavo Almeida.
Baca Juga:Shayne Pattynama Siap Debut, Persija Makin Percaya DiriPersis vs Persib: Duel Kontras yang Bisa Jadi Kejutan
Proses gol berawal dari tembakan keras Emaxwell Souza dari luar kotak penalti. Kiper Persita, Igor Rodrigues, gagal mengantisipasi bola dengan sempurna. Situasi itu dimanfaatkan Almeida yang sigap menyambar bola muntah menjadi gol. Keunggulan tersebut membuat Persija bermain lebih tenang dan sistematis.
Memasuki babak kedua, Persija tidak mengendurkan tekanan. Hanya lima menit setelah restart, mereka menggandakan keunggulan. Kali ini Maxwell mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan matang Allano Brendon di kotak penalti. Penyelesaian dinginnya membuat skor berubah menjadi 2-0.
Debut Shayne Pattynama
Laga ini juga menandai momen spesial bagi rekrutan anyar Persija, Shayne Pattynama. Bek kiri Timnas Indonesia itu menjalani debutnya setelah masuk menggantikan Dony Tri Pamungkas pada menit ke-84.
Meski hanya bermain sekitar 12 menit, kehadirannya menambah kedalaman skuad Persija, terutama di sektor bek sayap. Debut ini bisa menjadi awal peran lebih besar Pattynama dalam rotasi tim di tengah jadwal padat dan persaingan ketat.
Modal Penting Menuju Fase Krusial
Hingga peluit akhir berbunyi, Persija mampu menjaga keunggulan tanpa kebobolan. Solidnya organisasi permainan dan efisiensi di depan gawang menjadi kunci kemenangan.
Hasil ini memberi dorongan moral besar bagi Macan Kemayoran. Dengan poin yang kini sejajar dengan Persib, setiap laga berikutnya akan bernilai final. Konsistensi menjadi kunci jika Persija ingin benar-benar merebut singgasana klasemen.
