KBEONLINE.ID – Bagi orang Italia, ngopi bukan sekadar minum kopi. Ada aturan tak tertulis yang mereka pegang turun-temurun, terutama soal waktu dan jenis kopi yang diminum. Menariknya, kebiasaan ini bukan asal tradisi, tapi ada alasan kuat di baliknya.
Di pagi hari, kopi susu seperti cappuccino atau latte jadi pilihan utama. Minuman ini biasanya dinikmati sebelum jam 12 siang dan sering dianggap sebagai bagian dari sarapan. Susu memberikan rasa kenyang lebih lama, sementara kandungan lemak dan proteinnya membantu tubuh menerima kafein dengan lebih “lembut”. Efeknya, tubuh dapat energi tanpa rasa perut perih atau jantung berdebar berlebihan.
Selain itu, pagi adalah waktu ketika sistem pencernaan masih aktif dan siap bekerja. Karena itu, kombinasi kopi dan susu dianggap aman dan pas untuk mengawali hari, apalagi sebelum memulai aktivitas yang padat.
Baca Juga:Timnas Futsal Indonesia Comeback Atas Kirgistan, Moch Iqbal: Dukungan Suporter Jadi Kunci Kemenangan Timnas Futsal Indonesia Taklukkan Kirgistan 5-3, Indonesia Pastikan Lolos ke 8 Besar
Namun, kebiasaan ini berubah total setelah lewat tengah hari. Orang Italia hampir selalu menghindari kopi susu di siang hingga sore hari. Alasannya sederhana tapi masuk akal: susu lebih berat dicerna. Jika diminum saat perut sudah terisi makanan utama, kopi susu bisa membuat perut terasa penuh, begah, bahkan tidak nyaman.
Masuk sore hingga malam, mereka memilih kopi hitam seperti espresso atau americano. Kopi tanpa susu dianggap lebih ringan untuk pencernaan dan cepat diproses tubuh. Rasanya memang lebih pahit, tapi justru itu yang dicari—sekadar penyegar agar tetap fokus, tanpa “beban” tambahan di perut.
Minum cappuccino atau latte pada sore hari, misalnya sekitar jam 5 atau setelah makan malam, bagi orang Italia terasa tidak wajar. Bukan karena dilarang, tapi karena dianggap tidak selaras dengan ritme tubuh. Susu di malam hari bisa memperlambat pencernaan dan mengganggu kenyamanan, bahkan kualitas tidur.
Kebiasaan ini menunjukkan bahwa orang Italia sangat menghargai keseimbangan tubuh. Mereka menyesuaikan jenis kopi dengan kebutuhan waktu—pagi untuk energi dan kenyang, siang hingga malam untuk fokus tanpa memberatkan tubuh.
