PPL, Babinsa dan Bulog Gerak Cepat Memfasilitasi Penyerapan Gabah Petani Terdampak Banjir di Kecamatan Pedes

Umang
PPL Pedes Umang Rukmana SP hingga malam membantu penyerapan gabah petani yang terendam banjir.
0 Komentar

KBEonline.id- Di tengah kekhawatiran petani akan kerugian, Perum Bulog Cabang Karawang menegaskan melakukan penyerapan gabah petani dengan harga tetap sama Rp 6.500 per kilogram, apapun kualitasya.

Di Kecamatan Pedes, para penyuluh pertanian atau PPL, Babinsa dan Bulog gerak cepat melakukan peyerapan gabah petani yang terdampak banjir di wilayah itu.

Sampai akhir Bulan Januari ini ratusan ton gabah petani yang diserap. Penyerapan itu dilakukan di desa- desa yang sawahnya terdampak banjir. Seperti Desa Payungsari, Desa Karangjaya, Desa Jatimulya, Desa Malangsari, Desa Dongkal, Desa Kendaljaya, Desa Puspasari dan Desa Sungaibuntu.

Baca Juga:Investor Berbondong-bondong Serbu Cikarang-Karawang, Mau Bangun  Industri Raksasa Data Center Berbasis AIJurus Cabul, Siswi SMP di Kutawaluya Korban Pencabulan Guru Silat

PPL Kecamatan Pedes Umang Rukmana SP menjelaskan, pihaknya bersama Babinsa dan mitra Bulog masih terus melakukan penyerapan gabah petani yang terdampak banjir.

“Sampai hari ini kita terus turun ke lapangan jemput bola pada petani yang melakukan panen saat kondisi sawah banjir. Harga sesuai HPP Rp 65000 per kilo apapun kualitas gabahnya,’ ujarnya.

Umang juga menjelaskan, berapapun. Jumlahnya pihaknya siap memfasilitasi penyerapan gabah petani yang terdampak banjir.

Pemimpin Bulog Kantor Cabang Karawang, Umar Said, menegaskan bahwa pihaknya tetap melakukan penyerapan gabah petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 6.500 per kilogram, tanpa membedakan kualitas gabah atau any quality.

Langkah ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi petani dari dampak kerugian akibat bencana banjir.

“Penyerapan gabah tetap kami lakukan sesuai HPP Rp 6.500 untuk mencegah petani mengalami kerugian. Kami melakukan penjemputan langsung ke petani untuk padi yang sudah dilakukan perontokan, bersih dari potongan jerami, dan sudah memasuki masa panen padi,” ujar Umar Said.

Ia menjelaskan, Bulog Karawang juga telah menjalin sinergi dengan Dinas Pertanian, UPTD, para penyuluh pertanian, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas di seluruh wilayah kerja.

Baca Juga:Lebih Dekat dengan Sosok Rahmat Hidayat Djati: Peraih Gelar Doktor Unpad yang Dedikasi untuk Rakyat JabarSekda Endin Bantah Pemeriksaan KPK Terkait Rotasi Mutasi, Hanya Klarifikasi Katanya

Kolaborasi ini bertujuan memastikan informasi penyerapan gabah sampai langsung ke petani, khususnya yang terdampak banjir.

Petani yang ingin menjual hasil panennya bisa langsung menghubungi Bulog, penyuluh, atau Babinsa di wilayah masing-masing.

“Kami juga menyiapkan call center di nomor 0851-7828-6688 untuk mempermudah komunikasi dan pelaporan informasi panen untuk dilakukan penjemputan,” tambahnya.

0 Komentar