Diketahui, sejak memasuki Januari, Bulog Karawang mencatat serapan gabah telah mencapai 1.000 ton.
Angka ini diproyeksikan akan terus meningkat seiring Tim Serap Gabah (Sergab) Bulog yang kini rutin turun ke lapangan, bertemu langsung dengan kepala desa dan petani di wilayah terdampak banjir.
Bahkan, Bulog juga melakukan penjemputan gabah kering panen (GKP) langsung dari petani.
Baca Juga:Investor Berbondong-bondong Serbu Cikarang-Karawang, Mau Bangun Industri Raksasa Data Center Berbasis AIJurus Cabul, Siswi SMP di Kutawaluya Korban Pencabulan Guru Silat
Respons positif pun datang dari tingkat desa. H. Sufyan petani Desa Karangjaya menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Bulog di tengah kondisi sulit yang dihadapi warganya.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih atas nama petani dan seluruh warga. Bulog tetap menyerap hasil gabah petani, meskipun kondisinya pascabanjir sangat memprihatinkan,” katanya.
Selain menjaga harga gabah, Bulog juga memastikan ketersediaan pangan tetap aman. Saat ini, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di setiap kabupaten/kota tercatat sekitar 100 ton dan Cadangan beras Pemerintah Daerah Karawang mencapai sekitar 130 ton.
Sementara total stok yang dikuasai Bulog Karawang saat ini mencapai 130ribu ton. Stok ini dinilai cukup untuk menjaga stabilitas pangan dan harga beras di tengah cuaca ekstrem. ***
