KBEonline.id – Sebentar lagi umat muslim di seluruh dunia akan menjalankan puasa, dan puasa tersebut wajib dijalankan saat bulan suci Ramadhan. Pada bulan Ramadhan, umat Islam akan menjalankan ibadah puasa sebulan lamanya.
Lalu, kapan tepatnya awal bulan Ramadhan 1446 H atau Ramadhan di tahun 2026 ini memang belum ada kepastian. Masyarakat harus menunggu pengumuman resmi dari pemerintah yang akan menetapkan awal Ramadhan melalui sidang isbat.
Namun, perkiraan kapan awal bulan Ramadhan bisa diperkirakan dengan melihat kalender Hijriah. Ramadhan merupakan bulan kesembilan dalam kalender hijriah yang berada setelah bulan Syaban dan sebelum Syawal.
Baca Juga:Ini Dia Tips Membayar Hutang Puasa yang Mepet dengan Ramadhan 2026Banjir Dua Pekan, Warga Puri Nirwana Residences Kepung Pengembang
Mengetahui kapan awal Ramadhan, selain untuk mempersiapkan diri juga sebagai pengingat bagi mereka yang masih memiliki utang puasa dari Ramadhan tahun sebelumnya.
Perkiraan Kapan Awal Ramadhan 1446 H/ Tahun 2026?
Seperti telah disampaikan sebelumnya, kita bisa menghitung dan memperkirakan kapan jatuhnya awal Ramadhan 1446 H / tahun 2025 dengan melihat Kalender Hijriah.
Menghitung dari hari ini, Sabtu (31/1/2026), itu berarti awal bulan Ramadhan 1446 H / tahun 2026 hanya 20-21 hari lagi.
Hukum Bayar Utang Puasa Sebelum Ramadhan
Sebulan sebelum Ramadhan, bagi umat muslim yang masih memiliki utang puasa dari Ramadhan sebelumnya ini menjadi pengingat. Bahwasanya utang puasa Ramadhan harus segera ditunaikan.
Puasa qadha, atau mengganti puasa yang ditinggalkan karena uzur tertentu, adalah kewajiban yang harus ditunaikan sebelum Ramadhan berikutnya tiba.
Kewajiban ini sudah dijelaskan dalam surah Al Baqarah ayat 184. Allah SWT berfirman,
اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
Artinya: “(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
Baca Juga:Gagal Balikan, Pria di Tambun Beratribut Ojol Culik Bocah 12 TahunIndomaret, Baygon, dan Autan Gelar PSN Cegah DBD di Bekasi
Sheikh Abdurrahman Al-Juzairi dalam kitab Fikih Empat Madzhab menegaskan bahwa puasa qadha dapat dilakukan kapan saja selama di luar hari-hari yang dilarang untuk berpuasa, seperti hari raya atau hari tasyrik. Namun, dianjurkan untuk segera mengganti utang puasa sesegera mungkin agar tidak menumpuk dan lebih tenang menyambut Ramadhan.
