Beberapa Minggu Lagi Ramadhan Tiba! Jangan Lupa Bayar Utang Puasa, Cek Bacaan Niatnya Disini

Doa Bayar Hutang Puasa.
Beberapa Minggu Lagi Ramadhan Tiba! Jangan Lupa Bayar Utang Puasa, Cek Bacaan Niatnya Disini. (foto : freepik)
0 Komentar

Batas Waktu Melunasi Utang Puasa Ramadhan

Dikutip dari Amrullah Hayatudin dalam buku Ushul Fiqh, meng-qadha puasa Ramadan yang tertinggal karena uzur disebut sebagai wajib mutlaq. Wajib mutlaq didefinisikan menjadi kewajiban yang tidak ditentukan waktu pelaksanaannya. Dengan kata lain, kewajiban ini dapat dilakukan kapan saja sesuai kesanggupan.

Hal ini juga diyakini oleh Mazhab Hanafi dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah yang diterjemahkan dari laman Kementerian Agama (Kemenag) Kanwil Bali. Disebutkan, utang puasa Ramadan boleh dilakukan kapan saja, baik setelah tahun puasa Ramadan yang ditinggalkan atau tahun-tahun berikutnya.

Sementara itu, ulama Syafi’iyah dan Hanabilah berpendapat batas waktu mengganti utang puasa Ramadan yakni hingga datangnya waktu puasa Ramadan tahun selanjutnya. Dengan kata lain, puasa ganti dapat dilakukan pada hari-hari terakhir menjelang bulan Sya’ban, bulan terakhir sebelum Ramadan.

Baca Juga:Ini Dia Tips Membayar Hutang Puasa yang Mepet dengan Ramadhan 2026Banjir Dua Pekan, Warga Puri Nirwana Residences Kepung Pengembang

Istri Rasulullah SAW, Aisyah RA, bahkan diketahui pernah mengganti puasa pada bulan Sya’ban. Hal ini dijelaskan dalam Ringkasan Shahih Muslim susunan Zaki Al-din ‘abd Al-azhim Al-mundziri dari Abu Salamah RA. Berikut bunyi haditsnya dalam Kitab Puasa,

سَمِعْتُ عَائِشَةَ رضي اللهُ عَنْهَا تَقُولُ : كَانَ يَكُونُ عَلَى الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ فَمَا اسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَهُ إِلَّا فِي شَعْبَانَ ، الشَّغُلُ مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya: Saya mendengar Aisyah berkata, “Puasa wajib yang saya tinggalkan pada bulan Ramadan pernah tidak bisa saya ganti, kecuali pada bulan Sya’ban karena sibuk melayani Rasulullah SAW.” (HR Muslim)

Merujuk hal itu, hari-hari terakhir Sya’ban 1445 H jatuh bertepatan pada 10-11 Maret 2024 (29-30 Sya’ban) untuk melunasi utang puasa Ramadan, sebagaimana dikutip dari Kalender Hijriah Indonesia 2024 susunan Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag.

Namun, perlu dicatat, pelaksanaan puasa yang bertepatan saat orang ragu tentang hilal awal Ramadan hukumnya haram.

Larangan yang dimaksud dengan syarat bila pada hari ke-29 bulan Sya’ban, keadaan langit tertutup oleh awan sehingga hilal tidak dapat terlihat. Hari setelahnya kemudian disebut dengan hari Syak yang dilarang untuk berpuasa.

Adapun menurut Prof Wahbah az-Zuhaili dalam Terjemah Fiqhul Islam wa Adillathuhu Juz 3, bila Ramadan berikutnya telah tiba tetapi utang puasa Ramadan sebelumnya belum juga dilunaskan, orang tersebut harus membayar kafarat, yaitu memberi makan satu orang miskin untuk setiap harinya sebanyak hitungan hari yang ditinggalkan.

0 Komentar