KBEONLINE.ID – Usia 40 bukan tentang bertambahnya angka, tapi tentang berubahnya arah hidup. Di usia ini, manusia biasanya mulai sadar: tenaga tidak sekuat dulu, waktu terasa lebih cepat, dan hidup tidak lagi sekadar mengejar dunia. Karena itu, ada banyak hal yang pelan-pelan perlu dikurangi, agar fokus hidup semakin jelas.
Pertama, kurangi makan berlebihan. Di usia 40, tubuh tak lagi sekuat masa muda dalam memproses makanan. Terlalu banyak makan justru menjadi sumber penyakit. Di fase ini, memperbanyak puasa bukan hanya ibadah, tapi juga cara menjaga tubuh agar tetap sehat dan seimbang.
Kedua, kurangi tidur berlebihan. Bukan berarti kurang istirahat, tapi tidur tanpa tujuan sering membuat hidup lalai. Bangun di sepertiga malam, meski sebentar, bisa menjadi momen terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menenangkan jiwa.
Baca Juga:Joey Pelupessy Cuma Rumor Belaka, Persib Bandung Kembali ke Dedi KusnandarFordas Cilamaya Hadiri RDP DPR RI, Soroti Longsor Tanggul dan Banjir Tahunan Sungai Cilamaya–Ciherang
Ketiga, kurangi bicara yang tak perlu. Usia 40 mengajarkan bahwa tidak semua hal harus ditanggapi. Menjaga lisan dan memperbanyak dzikir jauh lebih menenangkan daripada perdebatan yang melelahkan hati.
Keempat, kurangi gaya hidup mewah. Bukan soal tidak boleh menikmati rezeki, tapi soal menata prioritas. Di usia ini, memperbanyak sedekah justru membuat hidup terasa lebih lapang dan bermakna.
Kelima, kurangi terlalu banyak bergaul tanpa tujuan. Bukan anti sosial, tapi selektif. Usia 40 adalah waktu yang tepat untuk lebih sering bermuhasabah—menilai diri, memperbaiki niat, dan meluruskan langkah.
Keenam, kurangi kebiasaan mengeluh. Hidup memang tak selalu mudah, tapi mengeluh hanya menambah beban hati. Di fase ini, memperbanyak rasa syukur justru membuat hidup terasa cukup, meski tak sempurna.
Ketujuh, kurangi kesibukan dunia yang berlebihan. Karier, harta, dan jabatan penting, tapi jangan sampai menghabiskan seluruh jiwa. Usia 40 adalah pengingat untuk memperbanyak ibadah, karena dunia tidak akan dibawa mati.
Kedelapan, kurangi berharap pada manusia. Sebab manusia bisa mengecewakan kapan saja. Di usia ini, harapan seharusnya makin lurus: hanya bergantung kepada Allah.
