‎Sifat Anak Turunan atau Didikan? Ini Penjelasan Lengkap yang Perlu Orang Tua Pahami

Sifat Anak Turunan Orang Tua atau Didikan Orang Tua
Sifat Anak Turunan Orang Tua atau Didikan Orang Tua
0 Komentar

KBEONLINE.ID – Banyak orang tua sering bertanya-tanya, “Ini anak mirip siapa, ya?” Ada yang cepat marah seperti ayahnya, ada yang lembut seperti ibunya, ada juga yang aktif tanpa henti sejak kecil. Pertanyaannya, apakah sifat anak sepenuhnya diturunkan dari orang tua, atau dibentuk oleh pola asuh dan lingkungan?

‎Faktanya, kepribadian dan perilaku anak adalah hasil dari perpaduan genetik dan didikan. Namun keduanya memiliki peran yang berbeda dan tidak bisa disamakan.

‎Secara ilmiah, ada beberapa sifat fisik yang memang diwariskan langsung melalui gen. Hal ini hampir tidak bisa diubah karena sudah menjadi bagian dari kode genetik anak sejak lahir. Contohnya seperti warna mata, warna kulit, jenis dan tekstur rambut, bentuk hidung dan wajah, golongan darah, hingga bentuk gigi dan rahang. Inilah alasan mengapa anak sering disebut “fotokopi” orang tuanya dalam hal fisik.

Baca Juga:‎Jika Sudah Berusia 40 Tahun, Ini Dia Hal yang Perlu Kalian Siapkan!‎Joey Pelupessy Cuma Rumor Belaka, Persib Bandung Kembali ke Dedi Kusnandar

‎Namun, saat masuk ke ranah sifat psikologis dan temperamen, perannya menjadi lebih kompleks. Anak bisa mewarisi potensi temperamen, seperti kecenderungan lebih aktif, tenang, sensitif, atau mudah bersemangat. Begitu juga dengan tingkat energi, keberanian, dan cara dasar mengekspresikan emosi. Akan tetapi, sifat-sifat ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan pengalaman hidupnya.

‎Artinya, gen hanya memberi potensi, bukan hasil akhir.

‎Yang sering disalahpahami, banyak orang tua mengira semua sifat anak adalah turunan. Padahal, ada banyak hal penting yang tidak diwariskan secara genetik, melainkan dibentuk dari pola asuh dan kebiasaan sehari-hari. Misalnya bahasa yang digunakan anak, nilai dan norma, sopan santun, cara bersikap kepada orang lain, serta kebiasaan hidup—apakah anak terbiasa disiplin, peduli, atau justru cuek.

‎Seorang anak tidak lahir langsung tahu mana yang benar dan salah. Ia belajar dari apa yang ia lihat, dengar, dan rasakan setiap hari. Cara orang tua berbicara, menyelesaikan masalah, mengelola emosi, hingga bersikap kepada sesama, semuanya akan direkam oleh anak dan perlahan membentuk kepribadiannya.

0 Komentar