Dekat Sungai, 87 Perumahan di Utara Kabupaten Bekasi Terdampak Banjir dengan Ketinggian Air Mencapai 1,5 Meter

Puluhan Perumahan Terdampak Banjir.
87 Perumahan di Utara Kabupaten Bekasi yang dekat Sungai Terdampak Banjir dengan Ketinggian Air Mencapai 1,5 Meter. (Kbeonline.id)
0 Komentar

KBEONLINE.ID, BEKASI – Sebanyak 87 perumahan di wilayah utara Kabupaten Bekasi diketahui dibangun berdekatan dengan aliran sungai. Meski secara administratif dinyatakan memenuhi regulasi tata ruang, keberadaan perumahan tersebut justru merugikan para pembeli, mayoritas dari kalangan masyarakat menengah ke bawah yang menghuni perumahan subsidi.

Jumlah perumahan itu terungkap dalam Rapat Dengan Pendapat (RDP) antara Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi bersama sejumlah dinas dan perwakilan pengembang perumahan pada Kamis (29/1/2026) silam.

Dalam rapat tersebut dibahas penyebab banjir yang merendam kawasan permukiman. Dari 87 perumahan yang berada di wilayah utara, seluruhnya terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Baca Juga:Warga Tumaritis Tolak Relokasi Pasar Tumpah, Khawatir Banjir dan Akses LumpuhWaduh! Oknum Aparat Diduga Pimpin Demo Minta Jalur Stadion Dibuka, Aksinya Bisa Hambat Penataan Zona Olahraga

“Kami mendapatkan temuan dari dinas terkait bahwa ada 87 perumahan di wilayah utara yang letaknya berdekatan dengan aliran sungai, dan seluruhnya terendam banjir,” ujar Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Ombi Ari Wibowo, kepada Cikarang Ekspres.

Wilayah utara yang dimaksud mencakup kawasan di sepanjang Jalan Pantura, mulai dari Kecamatan Tambun Utara, Tambun Selatan, Cibitung, Sukatani, Cabangbungin, Tambelang hingga Sukawangi. Kecamatan Sukawangi menjadi salah satu titik terparah, bahkan banjir di wilayah tersebut kerap disebut menyerupai lautan karena derasnya arus air.

Menurut Ombi, banjir tak terhindarkan ketika debit air sungai meningkat akibat kiriman dari wilayah hulu, ditambah curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Bekasi. Kondisi tersebut menyebabkan aliran sungai meluap dan berbalik masuk ke kawasan perumahan.

“Ini yang kemudian memicu banjir besar sejak akhir tahun lalu dan semakin meluas dalam beberapa hari terakhir,” katanya.

Selain faktor hujan dan kiriman air, hasil pembahasan sementara juga mengungkap penyebab lain seperti penyempitan sungai, sedimentasi yang tinggi, serta adanya sumbatan di sejumlah titik aliran sungai.

“Penyebabnya bukan hanya hujan dan kiriman air, tapi juga persoalan penyempitan, sedimentasi, dan sumbatan. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama,” ujar Ombi.

Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi berencana memanggil seluruh pengembang perumahan yang terdampak banjir untuk pembahasan lanjutan. Masukan dari pihak pengembang dinilai penting untuk merumuskan langkah penanganan yang komprehensif.

0 Komentar