“Kami ingin mengetahui apa yang sudah dan akan dilakukan pengembang, serta langkah apa yang harus diambil pemerintah. Ini akan menjadi dasar perumusan solusi banjir,” kata Ombi.
Dalam rapat tersebut, turut dibahas secara khusus banjir di Perumahan The Nebraska Terrace, Kecamatan Sukawangi. Sekitar 900 unit rumah di kawasan itu terendam banjir dengan ketinggian air lebih dari satu meter. Sebanyak 700 unit di antaranya telah dihuni, sehingga ratusan warga terpaksa mengungsi.
Perwakilan pengembang Nebraska Terrace, Altaf, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah upaya mitigasi, termasuk pembangunan dinding penahan. Namun banjir tetap terjadi akibat adanya arus balik dari Kanal Cikarang Bekasi Laut (CBL).
Baca Juga:Warga Tumaritis Tolak Relokasi Pasar Tumpah, Khawatir Banjir dan Akses LumpuhWaduh! Oknum Aparat Diduga Pimpin Demo Minta Jalur Stadion Dibuka, Aksinya Bisa Hambat Penataan Zona Olahraga
“Perumahan kami sebenarnya tidak berbatasan langsung dengan CBL. Namun ada Kali Unit yang bermuara ke CBL. Saat debit air meningkat, terjadi back water sehingga air berbalik ke perumahan,” ujarnya.
Meski demikian, pihak pengembang menyatakan tetap bertanggung jawab atas dampak banjir yang dialami penghuni. Bentuk tanggung jawab tersebut antara lain penyediaan lokasi pengungsian, pendirian dapur umum, serta bantuan pembersihan rumah warga.
“Kami berkomitmen membantu penghuni membersihkan sisa banjir, memperbaiki rumah, termasuk pengecatan ulang. Ke depan kami juga akan membangun beton penyangga, namun saat ini belum bisa dilakukan karena kondisi air masih tinggi,” pungkas Altaf. (Iky)
