KBEONLINE.ID, BEKASI – Seorang pemuda bernama Galang (25), warga Kampung Poncol, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, dilaporkan hilang tenggelam di Kali Bekasi, Minggu (1/2) sekitar pukul 09.00 WIB.
Korban yang sehari-hari bekerja sebagai penarik perahu penyeberangan (eretan) diduga terpeleset saat hendak mencuci tangan usai bekerja menebang pohon di bantaran sungai bersama empat rekannya.
Usai menuntaskan pekerjaan, Galang naik ke atas perahu eretan untuk membersihkan tangan dan kakinya yang dipenuhi lumpur. Namun, permukaan perahu yang licin membuat korban kehilangan keseimbangan hingga tercebur ke aliran Kali Bekasi.
Baca Juga:Dekat Sungai, 87 Perumahan di Utara Kabupaten Bekasi Terdampak Banjir dengan Ketinggian Air Mencapai 1,5 MeterWarga Tumaritis Tolak Relokasi Pasar Tumpah, Khawatir Banjir dan Akses Lumpuh
Salahseorang warga, Eriyuloh (49) mengatakan, korban sebelumnya menebang kayu bersama rekan-rekannya dan saat berkumpul di atas perahu, korban terpeleset ketika mencuci tangan hingga tercebur ke Kali Bekasi.
“Nebang kayu dulu, terus kumpul di perahu. Pas korban cuci tangan, nyebur,” ujar Eriyuloh kepada wartawan, Minggu (1/2).
Melihat kejadian tersebut, rekan-rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun derasnya arus bawah sungai membuat tubuh korban dengan cepat menghilang.
“Temannya coba menolong tapi gak tertolong. Yang tercebur satu orang, kawannya nolongin 15 menit langsung hilang,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengatakan proses pencarian dibagi menjadi dua tim. Tim pertama melakukan penyisiran sungai hingga radius lima kilometer ke arah hilir. Tim lainnya melakukan teknik blending atau manuver perahu di titik awal korban jatuh guna memicu tubuh korban naik ke permukaan.
“Upaya pencarian dilakukan dengan penyisiran menggunakan perahu karet dan pemantauan secara visual melalui jalur darat di sepanjang Kali Bekasi hingga radius 1 km dari lokasi kejadian. Hingga sore ini pencarian masih dilakukan oleh unsur SAR gabungan dengan hasil masih nihil,” tandas Desiana. (Iky)
