KARAWANG, KBEonline.id – Upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang dalam menata kawasan Stadion Singaperbangsa sebagai Zona Olahraga terganggu menyusul adanya aksi demo puluhan orang warga sekitar yang meminta pembukaan barikade akses jalan oleh warga pada Sabtu pagi, 31 Januari 2026. Aksi permintaan pembukaan blokade oleh warga tersebut diduga dipimpin oleh salah seorang jendral polisi aktif berpangkat Brigjen yakni Brigjen Pol Tjahyono Saputro.
Aksi jendral polisi aktif tersebut menuai pro-kontra. Bagi warga sekitar aksi yang dipimpin Tjahyono bisa menjadi angin segar lantaran permintaan pembukaan blokade langsung disampaikan jendral polisi. Di sisi lain, aksi Tjahyonk bisa memicu atau memprovokasi warga sehingga program penataan fasilitas zona khusus olahraga masyarakat di kawasan Stadion Singaperbangsa bisa terganggu, dengan jabatan yang ia miliki, aksi protes bisa dilakukan olehnya dengan komunikasi tanpa perlu memimpin langsung aksi demonstrasi.
Padahal, sebagaimana diketahui kawasan Stadion Singaperbangsa telah ditetapkan sebagai area olahraga untuk memfasilitasi masyarakat, seiring meningkatnya tren aktivitas olahraga warga Karawang. Rekayasa lalu lintas yang diterapkan di sekitar stadion, termasuk di Jalan Wiajayakusumah menuju Jalan Soka, sebelumnya berjalan kondusif.
Baca Juga:Jelang Ramadan, Harga BBM Nonsubdisi Per 1 Februari 2026 di Pertamina, Shell, Vivo, & BP-AKR Turun Berjamaah!30+ Kode Redeem FC Mobile Hari Ini 1 Februari 2026, Sikat Langsung Semua Pemain Eksklusifnya Sebelum Expired!
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang, Muhana, menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas tersebut justru mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai memberikan ruang yang aman dan nyaman bagi warga untuk berolahraga, sekaligus mampu mengurai kepadatan kendaraan di kawasan stadion.
“Rekayasa lalu lintas ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk memfasilitasi masyarakat agar dapat berolahraga dengan aman dan nyaman. Penetapan kawasan sebagai zona olahraga juga mendapat respons positif dari masyarakat,” ujar Muhana, Minggu (1/2).
Namun, situasi berubah setelah muncul provokasi yang mendorong warga mengajukan permintaan pembukaan blokade akses Jalan Soka menuju Stadion Singaperbangsa.
“Ada permintaan pembukaan blokade dengan alasan kemacetan yang ditimbulkan dari aktivitas SMP IT Mentari Ilmu. Karena itu, akses blokade akan dibuka pada jam masuk dan pulang sekolah,” jelasnya.
Dinas Perhubungan juga mengaku telah melakukan komunikasi dengan pihak sekolah untuk mengantisipasi dampak lanjutan. Sebagai solusi jangka panjang, akan ada pembukaan jalur akses baru menuju sekolah melalui jalur alternatif.
