‎Dibalik Sejarah Timnas Futsal Lolos ke Semifinal, Ada Tembok Kokoh Garuda: Habibie

Kiper Timnas Futsal Habibie
Kiper Timnas Futsal Habibie
0 Komentar

KBEONLINE.ID — Sejarah Timnas Futsal Indonesia yang berhasil lolos perdana ke semifinal AFC Asian Futsal Cup 2026 tak hanya ditentukan oleh gol dan strategi menyerang. Di balik kemenangan dramatis atas Vietnam, berdiri satu sosok penting yang menjadi benteng terakhir sekaligus awal serangan Garuda: Habibie.

‎Keputusan pelatih Hector Souto mengistirahatkan Ahmad Habibie pada laga terakhir fase grup melawan Irak sempat menimbulkan tanda tanya. Namun langkah tersebut terbukti jitu. Dengan kondisi fisik dan mental yang segar, Habibie tampil luar biasa di laga krusial babak perempat final.

‎Benteng Terakhir yang Sulit Ditembus

‎Meski Indonesia kebobolan dua gol, performa Habibie tetap layak mendapat pujian tinggi. Kiper yang sempat diistirahatkan itu tampil solid sejak menit awal dengan sederet penyelamatan krusial, termasuk beberapa double save yang membuat Vietnam frustrasi.

Baca Juga:‎Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah, Lolos Perdana ke Semifinal AFC Asian Cup 2026UNSIKA Tuan Rumah Pra-Semirata BKS PTN Wilayah Barat, Dorong Inovasi Pertanian Berbasis Teknologi

‎Salah satu momen paling ikonik terjadi saat Habibie melakukan penyelamatan refleks menggunakan wajahnya sendiri demi menggagalkan peluang emas Vietnam. Sebuah bukti totalitas dan keberanian yang menjadi ciri khasnya.

‎Di bawah tekanan tinggi, terutama saat Vietnam memainkan skema power play, Habibie tetap tenang dan fokus. Beberapa tembakan keras dari jarak dekat berhasil dipatahkan, termasuk satu peluang yang nyaris menyamakan kedudukan di menit-menit akhir laga.

‎Kiper Modern, Bukan Sekadar Shot Stopper

‎Habibie bukan hanya kuat di bawah mistar. Ia adalah gambaran kiper futsal modern yang aktif terlibat dalam permainan. Selain piawai melakukan blok dan save, Habibie juga unggul dalam distribusi bola dan membaca permainan.

‎Tak jarang ia naik hingga mendekati garis tengah untuk membantu sirkulasi bola dan membuka ruang. Perannya dalam membangun serangan menjadi salah satu kunci permainan Indonesia yang cair dan efektif.

‎Bukti nyata kontribusinya terlihat pada gol ketiga Indonesia. Gol tersebut berawal dari skema build-up rapi dari belakang. Habibie memulai serangan dengan umpan akurat ke Yogi Saputra di area kotak penalti. Yogi kemudian melihat Reza Gunawan berdiri bebas dan mengirimkan umpan matang yang diselesaikan dengan tembakan keras. Skor pun berubah menjadi 3-1.

0 Komentar