Disebabkan Faktor Ekonomi, Kasus Istri Ceraikan Suami di Cikarang Tembus Ratusan Orang

Humas Pengadilan Agama Cikarang, Tirmidzi
Humas Pengadilan Agama Cikarang, Tirmidzi
0 Komentar

KBEONLINE.ID CIKARANG PUSAT – Faktor ekomoni istri gugat cerai suami tercatat di Pengadilan Agama Cikarang terus meingkat. Terdata hingga 02 Febuari 2026 angka perceraian terdata 515. Angka tersebut terdata sebanyak 350 istri menggugat suami dan suami menalak istri sebanyak 165.

‎”Kebanyakan suami digugat istri dengan alasan faktot ekonomi dan tidak memberi nafkah,”kata Humas Pengadilan Agama Cikarang, Tirmidzi kepada Cikarang Ekspres, Selasa (3/2/26)

‎Ia mengatakan, permasalahan ini dikarenakan masalah ekonomi dan berdampak pada perceraian rumah tangga. Ketika dipersidangan dikarenakan sang suami keseringan main judi online.

Baca Juga:‎Dimana Tempat Live Streaming Futsal Indonesia vs Vietnam? Ini Cara Nonton Gratis‎Prediksi Tim Yang Akan Dapat Tiket Semifinal AFC Futsal 2026, Bismillah Indonesia Cetak Sejarah! 

‎”Memang faktot nafkah. Namun penyebab main judi online ini yang membuat kebanyakan rumah tangga ada masalah ekonomi,”kata Tirmidzi.

‎Trand perempuan menggugat istri ini terjadi sejak tahun 2025. Tirmidzi menyebutkan dari data perceraian 4508. Cerai gugat 3368 dan cerai talak 1140.”Jadi perbandingan angkanya jauh. Lebih banyak di Kabupaten Bekasi istri yang menggugat cerai suami dari suami yang menalak istri,”ucapnya.

‎Kemudian, selain masalah ekonomi, Tirmidzi menuturkan ada juga karena perselisihan keluarga yang menjadi dasar seorang pasangan berpisah.”Jadi ada beberapa penyebab juga. Contoh karena faktor keluarga, KDRT. Tapi yang mendominan faktot ekonomi,”jelasnya.

‎Sementara itu, saat ditemui Cikarang Ekspres di Pelayanan Terpadu Pengadilan Agama Cikarang, Rani (32) mengaku ingin mendaftar gugatan cerai kepada pasangannya karena masalah ekonomi.

‎”Saya nikah tahun 2021. Awal berjalannya rumah tanggal Alhamdulillah baik. Tapi sejak tahun 2024 sudah mulai jarang kasih nafkah. Lalu ada orang orang datang ke rumah nagih utang yang saya ga tau keperluan utang itu untuk apa,”kata Rani saat menunggu di tempat antrian pelayanan Pengadilan Agama Cikarang.

‎Kata dia, keputusan perpisahan bukan pilihan yang diinginkan. Hanya saja dengan seringnya keributan dirumah tangganya dapat mengganggu mental anak.

‎”Memang keputusan yang berat dengan perpisahan. Tapi sudah ada pertemuan keluarga pasangan saya ga berubah juga jadi saya ambil keputusan berpisah,”katanya.(mil)

0 Komentar