Erosi Kali Bekasi Ancam Permukiman Warga Tambun Utara, Rumah Bersertifikat SHM Amblas ke Sungai

Kondisi bantaran Kali Bekasi di Kampung Kompa, Karangsatria, Tambun Utara, mengalami erosi parah akibat derasn
Kondisi bantaran Kali Bekasi di Kampung Kompa, Karangsatria, Tambun Utara, mengalami erosi parah akibat derasnya aliran air saat musim hujan.
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG — Suara gemuruh air Kali Bekasi kini menjadi penanda bahaya bagi warga Kampung Kompa, RT 03 RW 06, Desa Karangsatria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.

Musim hujan tahun ini tak hanya membawa banjir, tetapi juga erosi parah di bantaran Kali Bekasi yang menggerus daratan permukiman warga secara perlahan namun pasti.

Tanah yang selama puluhan tahun menjadi ruang hidup masyarakat kini amblas dan terseret arus sungai.

Baca Juga:Prabowo Gaungkan Program Gentengisasi Nasional, Targetkan Atap Rumah Lebih Sehat dan Ramah LingkunganDeretan Ide Bisnis Musiman Paling Laris Saat Imlek 2026, dari Makanan Khas hingga Amplop Angpao Kekinian

Ironisnya, sebagian lahan yang terdampak memiliki Sertipikat Hak Milik (SHM), meski batas tanah yang tercantum dalam dokumen kini telah berubah menjadi aliran Kali Bekasi.

Salah satu warga terdampak erosi Kali Bekasi, Nanang (54), kehilangan sebagian besar rumahnya akibat longsor bantaran sungai.

Bagian belakang rumah Nanang kini terbuka tanpa tembok dan langsung berhadapan dengan aliran Kali Bekasi.

Sejumlah ruang vital seperti dapur, kamar mandi, serta dua kamar tidur yang sebelumnya menjadi tempat aktivitas keluarga, hilang terseret erosi.

“Istri sudah saya ungsikan ke tempat neneknya. Kalau malam saya tidak pernah tidur karena harus jagain anak yang masih kelas 2 SMP,” ujar Nanang dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).

Nanang menuturkan, peristiwa longsor terjadi pada Jum’at siang, 30 Januari 2026. Saat itu, ia tengah beristirahat di rumah sebelum berangkat bekerja pada malam hari.

Teriakan warga mendadak membangunkannya. Sebuah pohon besar di bantaran Kali Bekasi terlihat miring, menjadi pertanda tanah di bawahnya mulai runtuh.

Baca Juga:Jadwal Fenomena Langit Februari 2026: Snow Moon, Hujan Meteor, Gerhana, hingga Parade PlanetMau Cetak Kartu SNBP 2026? Ini Jadwal Resmi dan Cara Unduhnya

“Kejadian siang. Saya panik, takut. Saya langsung keluar rumah. Pohon itu sudah miring, lalu semua warga sudah keluar,” ungkapnya.

Tak lama berselang, tanah di sekitar bantaran sungai ambrol, menyeret bagian bangunan rumah ke dalam aliran Kali Bekasi yang sedang deras akibat hujan.

Warga Kampung Kompa kini hidup dalam kekhawatiran longsor susulan, terutama saat hujan deras turun dan debit Kali Bekasi meningkat.

Mereka berharap adanya penanganan serius dari pemerintah, baik berupa penguatan bantaran sungai, pembangunan tanggul permanen, maupun solusi relokasi yang manusiawi bagi warga terdampak.

Selain ancaman keselamatan, persoalan status lahan bersertifikat SHM yang kini berubah menjadi sungai juga menambah ketidakpastian bagi warga yang kehilangan tempat tinggalnya.

0 Komentar