Namun keunggulan Vietnam tak bertahan lama. Indonesia kembali menjauh pada menit-menit berikutnya melalui gol Reza Gunawan.
Gol berawal dari skema build-up rapi dari belakang. Habibie mengirimkan umpan ke Yogi Saputra di area kotak penalti. Melihat Reza berdiri bebas, Yogi langsung memberikan umpan matang yang diselesaikan Reza dengan tembakan keras. Skor kembali melebar menjadi 3-1.
Habibie Tembok Kokoh Garuda
Meski kebobolan dua gol, penampilan Habibie layak mendapat pujian. Kiper yang sempat diistirahatkan pada laga sebelumnya itu tampil luar biasa dengan sejumlah save krusial dan double save yang menjaga keunggulan Indonesia.
Baca Juga:UNSIKA Tuan Rumah Pra-Semirata BKS PTN Wilayah Barat, Dorong Inovasi Pertanian Berbasis TeknologiDisebabkan Faktor Ekonomi, Kasus Istri Ceraikan Suami di Cikarang Tembus Ratusan Orang
Enam menit jelang laga berakhir, Vietnam menerapkan strategi power play untuk mengejar ketertinggalan. Dua menit kemudian, N. Da Hay kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat tembakan keras dari sisi kiri. Skor berubah menjadi 3-2.
Tekanan Vietnam terus berlanjut lewat power play, namun Habibie kembali menunjukkan kelasnya. Beberapa tembakan keras berhasil dipatahkan, termasuk satu peluang berbahaya yang nyaris menyamakan kedudukan.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-2 tetap bertahan untuk kemenangan Indonesia.
Sejarah Baru dan Pemain Terbaik
Kemenangan ini memastikan Timnas Futsal Indonesia lolos ke semifinal AFC Asian Futsal Cup untuk pertama kalinya dalam sejarah. Sebuah pencapaian monumental bagi futsal nasional.
Andriansyah Nur (Anca) dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Indonesia pada laga ini. Selain mencetak gol, Anca tampil luar biasa dalam membantu pertahanan dan menjadi motor serangan tim.
Langkah Indonesia kini tinggal selangkah lagi menuju final, membawa harapan besar bagi publik futsal Tanah Air.
