“Pertanian ke depan harus didukung oleh teknologi industri. Di tengah era digitalisasi, pertanian presisi menjadi tantangan sekaligus peluang yang perlu diwujudkan bersama,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Pra-Semirata, Rommy Andhika Laksono, S.P., M.P., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang diskusi untuk melahirkan inovasi pertanian yang responsif terhadap perkembangan teknologi.
“Pertanian saat ini tidak bisa lepas dari teknologi, mulai dari pemanfaatan kecerdasan buatan, smart farming, hingga pendekatan kolaborasi pentahelix. Inovasi membutuhkan sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media,” ungkap Rommy.
Baca Juga:Disebabkan Faktor Ekonomi, Kasus Istri Ceraikan Suami di Cikarang Tembus Ratusan OrangDimana Tempat Live Streaming Futsal Indonesia vs Vietnam? Ini Cara Nonton Gratis
Ia menambahkan, forum Pra-Semirata juga sejalan dengan upaya penguatan ketahanan pangan nasional, di mana perguruan tinggi berperan sebagai pusat riset sekaligus penyebaran inovasi kepada petani.
“Tantangannya adalah bagaimana hasil riset dapat diterapkan langsung di lapangan, sehingga kualitas produk pertanian baik tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, maupun perikanan dapat terus meningkat,” ujarnya.
Dari total 24 perguruan tinggi negeri yang tergabung dalam BKS PTN Wilayah Barat, UNSIKA menitikberatkan fokus pengembangan pada komoditas padi. Saat ini, UNSIKA tengah melakukan penelitian terhadap varietas padi UNSIKA 1 dan UNSIKA 2 yang masih berada pada tahap pengembangan.
“Proses riset membutuhkan waktu yang cukup panjang sehingga belum bisa dipublikasikan. Mudah-mudahan dalam dua hingga tiga tahun ke depan, varietas ini dapat dilepas sebagai varietas unggul hasil kolaborasi peneliti UNSIKA dan Jawa Barat,” katanya.
Melalui pelaksanaan Pra-Semirata ini, Rommy berharap Karawang dapat berkembang menjadi salah satu pusat inovasi pertanian di Indonesia.
“Semoga dari forum ini lahir gagasan dan rekomendasi besar yang tidak berhenti pada diskusi, tetapi benar-benar diterapkan demi kemajuan pertanian nasional,” pungkasnya.(Aufa)
