KBEonline.id – Sebentar lagi kita akan berjumpa dengan bulan penuh berkah atau bulan suci Ramadan. Bulan Ramadan bukan hanya membawa berkah secara spiritual, tetapi juga menjadi momentum emas bisnis di Indonesia karena lonjakan pola belanja masyarakat saat Ramadan yang jauh lebih tinggi dibanding bulan biasa.
Di negara dengan mayoritas penduduk Muslim, Ramadan dan Lebaran kerap menjadi periode paling krusial bagi pelaku usaha.
Bahkan, banyak pebisnis di Indonesia yang menyiapkan strategi bisnis Ramadan sejak enam bulan sebelumnya.
Baca Juga:Cemburu Buta, Mahasiswa di Telukjambe Timur Tusuk PacarWarga Karawang Sambut Positif Komplek Singaperbangsa Jadi Zona Steril Kendaraan Bermotor
Tidak sedikit bisnis mencatat hingga 50 persen pendapatan tahunan hanya dari periode menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Pola Konsumsi Ramadan: Belanja Bisa Naik Lebih dari 30 Persen?
Data menunjukkan perilaku konsumen saat Ramadan mengalami peningkatan signifikan.
Rata-rata masyarakat Indonesia mengeluarkan 30 persen pengeluaran lebih besar di bulan Ramadan dibandingkan bulan lainnya, terutama untuk kebutuhan pangan, fashion, transportasi, dan gaya hidup.
Berdasarkan data BPS, penjualan ritel menjelang Lebaran pernah meningkat hingga 18,5 persen, sektor makanan dan minuman naik 22,3 persen.
Sementara industri fashion mencatat kenaikan 17 persen, bahkan pada beberapa merek lokal lonjakannya tembus 100 persen lebih saat Ramadan.
Empat Fase Ramadan yang Menggerakkan Bisnis
Memahami empat fase Ramadan dalam bisnis menjadi kunci untuk memaksimalkan peluang penjualan. Setiap fase memiliki karakteristik konsumsi yang berbeda dan membutuhkan pendekatan strategi yang tepat.
Fase Pertama: Pra-Ramadan, Persiapan Konsumsi Rumah Tangga
Pada fase pra-Ramadan, sekitar dua minggu sebelum puasa dimulai, belanja kebutuhan pokok Ramadan meningkat drastis. Pengeluaran rumah tangga bisa melonjak hingga 33 persen, terutama untuk bahan makanan, minuman, dan kebutuhan dapur.
Produk seperti air mineral, minuman teh, susu, daging, sayuran, serta peralatan dapur mengalami lonjakan penjualan. Bahkan, data menunjukkan pembelian perlengkapan dapur kecil bisa naik hingga 164 persen menjelang Ramadan.
Fase Kedua: Awal Ramadan, Konten dan Gaya Hidup Naik Daun
Baca Juga:Mau Liburan ke Pantai? Coba 7 Rekomendasi Wisata Tepi Laut di Wilayah Utara Karawang Ini, Cocok Buat HealingDampak Banjir Mulai Terasa! Warga Bekasi Diserbu Penyakit
Memasuki awal Ramadan, tren konten makanan Ramadan, resep sahur dan berbuka, hingga menu khusus puasa mengalami peningkatan besar. Bisnis kuliner, restoran cepat saji, dan UMKM makanan ramai menghadirkan menu spesial Ramadan.
