KBEONLINE.ID KARAWANG – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang melaksanakan kegiatan Silaturahmi dan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Satuan Kerja MTsN 5 Karawang, Selasa (3/2/2026). Kegiatan ini digelar di aula MTsN 5 Karawang dan diikuti oleh seluruh tenaga pendidik serta tenaga kependidikan madrasah tersebut.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Subbag Tata Usaha Kemenag Karawang, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Ketua Asosiasi Pengawas RA dan MI (APRI), serta Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang, H. Sopian, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan silaturahmi dan pembinaan ASN sebagai upaya memperkuat kualitas kinerja aparatur di lingkungan madrasah.
Baca Juga:Pembinaan ASN MTsN 3 dan MTsN 6 Karawang, Kepala Kemenag Tekankan Tata Kelola dan Moderasi BeragamaMPP Cikampek Resmi Dibuka, Bupati Karawang Pastikan Pelayanan Publik Lebih Dekat dan Lengkap
H. Sopian menegaskan bahwa pelaksanaan tugas ASN tidak cukup hanya berorientasi pada pemenuhan kewajiban, namun harus dibarengi dengan pengawasan serta pembinaan yang berkelanjutan.
“Dalam menjalankan tugas, ASN tidak hanya dituntut melaksanakan kewajiban, tetapi juga harus terus dibina dan diawasi agar kinerja dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh ASN, baik PPPK, CPNS, maupun PNS, untuk terus memperkuat kedisiplinan sebagai fondasi utama dalam memberikan pelayanan dan menjalankan tugas di lingkungan madrasah. Menurutnya, kedisiplinan menjadi tolok ukur profesionalisme ASN.
“Apabila tidak ada perubahan dalam kedisiplinan, maka akan dilakukan tahapan evaluasi sesuai dengan regulasi yang berlaku,” tegas H. Sopian.
Secara khusus kepada jajaran MTsN 5 Karawang, Kepala Kantor mendorong penguatan madrasah berbasis pondok pesantren, sesuai dengan konsep awal pendirian madrasah. Ia menilai keberhasilan madrasah sangat ditentukan oleh sinergi tiga komponen utama, yakni Kepala Madrasah, guru, dan tata usaha.
“Ketiga komponen ini harus saling bersinergi dan menjunjung tinggi profesionalisme, karena merekalah ujung tombak keberhasilan pendidikan di lingkungan madrasah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, H. Sopian juga menekankan pentingnya penguatan moderasi beragama serta implementasi Kurikulum Cinta sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis, toleran, dan berkarakter.
