Kerusakan Longsor Bojongmangu Ditaksir Rp1,14 Miliar

Tanah Bergerak
ILUSTRASI: Kerusakan Longsor Bojongmangu Ditaksir Rp1,14 Miliar. -KBE-
0 Komentar

KBEonline.id, BEKASI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi melakukan Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) terhadap bencana longsor yang terjadi di Kecamatan Bojongmangu. Berdasarkan data BPBD, terdapat lima titik longsor, terdiri atas dua titik di Desa Sukabungah dan tiga titik di Desa Sukamukti. Total nilai kerusakan dan kerugian akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai Rp1,14 miliar.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, menjelaskan bahwa bencana longsor tersebut merupakan dampak kumulatif dari hujan deras yang mengguyur wilayah Bojongmangu sejak 18 hingga 28 Januari 2026. Ia menyebut, kondisi geografis wilayah perbukitan menjadi faktor utama yang memperparah dampak bencana.

“Kecamatan Bojongmangu merupakan wilayah perbukitan. Curah hujan yang sangat tinggi, ditambah minimnya saluran drainase di permukiman, membuat air meresap ke dalam tanah secara berlebihan dan merusak pondasi bangunan,” ujar Muchlis kepada Cikarang Ekspres, Kamis (5/2).

Baca Juga:Daftar Motor Listrik Buatan Indonesia 2026 Termurah, Jarak Tempuh 60 hingga 160 kmBermodal Senpi Mainan, Tim Sanggabuana Polres Karawang Ringkus Dua Pelaku Curanmor

Ia menjelaskan, khusus di SMPN 03 Bojongmangu, ketiadaan drainase pelindung membuat air hujan langsung menekan struktur bangunan sekolah. Air tidak mengalir sesuai jalurnya, melainkan meresap ke tanah dan menekan pondasi bangunan warga maupun fasilitas publik.

Berdasarkan hasil kajian Tim Jitupasna, total nilai kerusakan dan kerugian tercatat sebesar Rp1.141.173.610. Rinciannya, kerusakan fisik mencapai Rp1.138.573.610 dan kerugian sebesar Rp2.600.000. Kerusakan tersebut meliputi empat rumah warga serta satu bangunan sekolah di SMPN 03 Kecamatan Bojongmangu.

Muchlis menyebutkan, kerusakan paling signifikan terjadi pada SMPN 03 Bojongmangu. Gedung sekolah permanen tersebut kini berada dalam kondisi mengkhawatirkan akibat pergerakan struktur tanah di bawahnya. Selain sekolah, empat rumah warga di Desa Sukamukti turut terdampak.

Sebaran kerusakan rumah warga meliputi Kampung Legokcari, Kampung Legokbenda, dan Kampung Cibungur. Tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak sedang, dengan estimasi nilai kerugian sektor permukiman mencapai Rp159 juta.

“Untuk SMPN 03 Bojongmangu, kami mencatat kerusakan yang memerlukan penanganan segera. Di lokasi tersebut belum tersedia saluran drainase yang memadai untuk melindungi bangunan dari luapan air permukaan, sehingga air langsung merusak pondasi sekolah,” tambahnya.

Sebagai langkah penanganan sementara, BPBD Kabupaten Bekasi telah menyalurkan bantuan logistik ke lokasi terdampak serta memberikan rekomendasi teknis kepada dinas terkait untuk penanganan jangka panjang. Muchlis menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor guna melakukan perbaikan permanen.

0 Komentar