Bill Gates Minta Maaf Pernah Berelasi dengan Jeffrey Epstein, Tegaskan Tak Terlibat Kejahatan

Bill Gates angkat bicara usai namanya kembali muncul dalam dokumen terbaru kasus Jeffrey Epstein.
Bill Gates angkat bicara usai namanya kembali muncul dalam dokumen terbaru kasus Jeffrey Epstein.
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG — Pendiri Microsoft Bill Gates akhirnya angkat bicara setelah namanya kembali muncul dalam dokumen terbaru investigasi kasus Jeffrey Epstein yang dirilis Kementerian Kehakiman Amerika Serikat.

Dalam wawancara dengan 9News Australia yang disiarkan Kamis (5/2/2026), Gates menegaskan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam tindakan kriminal apa pun yang berkaitan dengan Epstein.

Ia juga membantah berbagai tudingan yang beredar, termasuk klaim korespondensi e-mail kontroversial pada 2013.

Baca Juga:Heboh Epstein Files Nama Bill Gates Kembali Muncul, Melinda Gates Akui Beban EmosionalNama Tokoh Indonesia Muncul di Epstein Files, Begini Konteks dan Faktanya

Menurut Gates, e-mail yang selama ini dikaitkan dengan dirinya merupakan tulisan Epstein sendiri dan tidak pernah benar-benar dikirim.

“Jeffrey menulis e-mail itu untuk dirinya sendiri. E-mail tersebut tidak pernah terkirim dan isinya tidak benar,” ujar Gates, dikutip Jum’at, (6/2/2026).

Meski membantah keterlibatan dalam kejahatan, Gates secara terbuka mengakui kesalahan moral karena sempat menjalin relasi dan menghabiskan waktu bersama Epstein.

“Ia hanya mengingatkan saya bahwa setiap menit yang saya habiskan bersamanya adalah kesalahan. Saya sangat menyesal dan meminta maaf atas hal itu,” kata Gates.

Gates mengungkapkan bahwa pertemuan pertamanya dengan Epstein terjadi pada 2011, beberapa tahun setelah Epstein menjalani hukuman terkait kasus prostitusi anak di bawah umur di Florida.

Ia mengaku saat itu beranggapan Epstein memiliki jejaring orang-orang kaya yang berpotensi mendukung kegiatan filantropi, khususnya di bidang kesehatan global.

Menanggapi spekulasi yang berkembang, Gates menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein di Kepulauan Virgin Amerika Serikat, lokasi yang dikenal sebagai pusat eksploitasi seksual korban.

Baca Juga:Terungkap di Epstein Files: Jeffrey Epstein Sudah Bahas Bitcoin dan Kripto Sejak 2011Dokumen Rahasia DOJ Ungkap Obsesi Jeffrey Epstein Ciptakan ‘Pabrik Bayi’, Disebut Mirip Program Eugenika Nazi

“Saya memang menghadiri beberapa acara makan malam, tetapi saya tidak pernah pergi ke pulau itu dan tidak pernah bertemu gadis mana pun,” tegasnya.

Pulau tersebut diketahui menjadi lokasi utama kejahatan Epstein terhadap anak dan perempuan yang kemudian mengantarkan Epstein ke penjara sebelum meninggal dunia pada 2019.

Dalam dokumen yang dirilis, Epstein menulis sejumlah e-mail yang menuding Gates menyembunyikan infeksi menular seksual, bahkan dari istrinya saat itu, Melinda French Gates.

Epstein juga mengklaim pernah membantu Gates mendapatkan obat akibat hubungan seksual dengan perempuan asal Rusia.

0 Komentar