Hingga waktu normal berakhir, skor tidak berubah dan laga dilanjutkan ke babak extra time.
Babak Extra Time: Jantung Berdebar di Setiap Detik
Memasuki babak tambahan, tempo permainan sedikit menurun. Kedua tim tampak kelelahan setelah hampir satu jam bertarung di lapangan.
Iran mendapat peluang emas di akhir menit ke-35 dalam situasi satu lawan satu, namun penyelesaiannya justru melambung. Menit ke-36, Brian Ick mencoba peruntungan lewat tendangan spekulasi dari tengah lapangan, namun masih mudah diamankan kiper Iran.
Baca Juga:Indonesia vs Iran Sama Kuat 4-4, Juara Piala Asia Futsal 2026 Ditentukan di Extra TimeDILUAR DUGAAN! Babak Pertama Indonesia Unggul 3-2 atas Raja Futsal Asia Iran
Menit ke-46, Nizar menjadi pahlawan sementara Indonesia. Dalam situasi satu lawan satu, ia sukses memblok bola dan menggagalkan peluang emas Iran. Satu menit berselang, seluruh Indonesia Arena sempat terdiam saat wasit mengecek VAR akibat dugaan handball Rio Pangestu. Namun sorak sorai membahana setelah wasit memutuskan tidak ada penalti.
Drama berlanjut di menit ke-48. Berawal dari blok Nizar dan serangan balik cepat, Indonesia mendapat tendangan sudut. Israr kembali menjadi pembeda. Ia sukses memanfaatkan umpan corner dari Angga dan melepaskan tendangan mendatar yang membawa Indonesia unggul 5-4.
Namun keunggulan itu hanya bertahan singkat. Menit ke-49, Iran kembali menyamakan kedudukan melalui Ahmad Abbasi yang melepaskan tendangan keras dari tengah lapangan. Skor kembali imbang 5-5.
Dengan waktu tersisa dua menit, Iran kembali memainkan strategi power play. Indonesia bertahan habis-habisan. Hingga peluit panjang babak extra time dibunyikan, skor tak berubah.
Juara Piala Asia Futsal AFC 2026 pun akhirnya harus ditentukan melalui adu penalti—momen penentuan antara keberanian Indonesia dan pengalaman panjang Iran sebagai penguasa futsal Asia.
