DOJ AS Dikecam Usai Epstein Files Bocor: Identitas Korban Terungkap, Namun Berakhir Begini

Rilis jutaan dokumen Jeffrey Epstein menuai kritik keras karena dinilai melukai korban dan menutup peran pihak
Rilis jutaan dokumen Jeffrey Epstein menuai kritik keras karena dinilai melukai korban dan menutup peran pihak yang diduga memfasilitasi kejahatan.
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG — Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) berada di bawah tekanan publik setelah rilis lebih dari 3 juta dokumen Epstein Files memicu kontroversi besar.

Alih-alih menghadirkan keadilan, publikasi tersebut justru dituding gagal melindungi identitas korban, sekaligus menyembunyikan nama individu yang diduga membantu Jeffrey Epstein menjalankan kejahatan seksualnya.

Sejumlah penyintas menyebut langkah DOJ sebagai bentuk pengkhianatan institusional, karena informasi pribadi korban justru terekspos, sementara aktor potensial di balik jaringan Epstein tetap diselimuti sensor.

Investigasi peneluran menemukan berbagai kejanggalan dalam dokumen yang dirilis.

Baca Juga:Update Transfer MPL ID Season 17: Kelra Resmi Gabung ONIC, Coach Adi Tinggalkan Raja LangitTrump Desak Publik Lupakan Epstein Files, Tapi Tekanan Politik dan Korban Terus Membesar

Dalam beberapa berkas, nama, alamat, hingga nomor telepon korban terlihat jelas.

Sebaliknya, email dan dokumen yang diduga melibatkan pihak yang merekrut atau mempertemukan korban dengan Epstein justru dipenuhi redaksi hitam.

Contohnya, email tahun 2014 dan 2015 memperlihatkan pesan bernada eksploitasi seksual, namun nama pengirim sepenuhnya disamarkan, meski isi pesan mengarah pada aktivitas ilegal.

“Jika tidak ada laki-laki yang terlibat, lalu mengapa hampir seluruh pernyataan korban disensor?” ujar salah satu penyintas dikutip dari Telegraph Sabtu, (7/2/2026).

Salah satu dokumen paling dinanti publik adalah draf dakwaan Epstein dari awal 2000-an yang disusun jaksa federal Florida Selatan.

Dalam dokumen tersebut, Epstein disebut tidak bertindak sendiri, melainkan bersama tiga individu lain yang berperan membujuk dan merekrut anak di bawah umur untuk prostitusi.

Namun hingga kini, ketiga nama tersebut sepenuhnya disensor, memicu kecurigaan publik soal perlindungan terhadap pihak tertentu.

Baca Juga:Deretan Fakta Pulau Terlarang Milik Jeffrey Epstein, Dari Isolasi Ekstrem hingga Barang Bukti FBIKoleksi Seni Aneh Jeffrey Epstein Dilelang Diam-Diam, Dari Patung 'Wanita Tergantung' hingga Lukisan Palsu

Menanggapi kritik, pejabat DOJ menyatakan bahwa seluruh nama yang disensor adalah perempuan korban, bukan pelaku pria.

Namun pernyataan ini dipertanyakan, mengingat sejumlah email eksplisit soal perekrutan perempuan tetap disamarkan, sementara nama korban justru lolos sensor.

“Tidak masuk akal bila pernyataan korban dihapus, tapi dugaan perekrut dibiarkan anonim,” kata anggota Kongres Ro Khanna.

Situasi kian memburuk ketika terungkap bahwa informasi hampir 100 korban tersebar di dokumen awal.

DOJ nyaris menghadapi sidang darurat di pengadilan federal sebelum mencapai kesepakatan dengan kuasa hukum korban untuk menarik dokumen bermasalah.

0 Komentar