DOJ AS Dikecam Usai Epstein Files Bocor: Identitas Korban Terungkap, Namun Berakhir Begini

Rilis jutaan dokumen Jeffrey Epstein menuai kritik keras karena dinilai melukai korban dan menutup peran pihak
Rilis jutaan dokumen Jeffrey Epstein menuai kritik keras karena dinilai melukai korban dan menutup peran pihak yang diduga memfasilitasi kejahatan.
0 Komentar

Wakil Jaksa Agung Todd Blanche mengakui adanya kesalahan dan menyebut DOJ telah bergerak cepat memperbaiki kekeliruan.

Namun bagi para korban, respons tersebut terlambat.

Sejumlah penyintas mengaku mengalami teror dan tekanan psikologis setelah identitas mereka terbuka.

“Nama, alamat, nomor saya muncul begitu saja. Itu bukan keadilan,” kata Dani Bensky, salah satu korban.

Baca Juga:Update Transfer MPL ID Season 17: Kelra Resmi Gabung ONIC, Coach Adi Tinggalkan Raja LangitTrump Desak Publik Lupakan Epstein Files, Tapi Tekanan Politik dan Korban Terus Membesar

Korban lain bahkan melaporkan ancaman pembunuhan dan intimidasi media, hanya beberapa hari setelah dokumen dipublikasikan.

“Ketika sistem yang seharusnya melindungi justru melukai, itu pengkhianatan yang sangat dalam,” ujar penyintas lainnya.

Meski DOJ menyatakan rilis dokumen telah memenuhi kewajiban hukum, Kongres menilai masih ada jutaan arsip lain yang ditahan dengan dalih hak istimewa hukum.

Khanna bersama anggota DPR lintas partai Thomas Massie mengancam langkah impeachment atau contempt terhadap Jaksa Agung jika akses penuh tetap ditolak.

“Kongres tidak bisa mengawasi penegakan hukum jika catatan penting terus disembunyikan,” tegas Khanna.

DOJ menegaskan tidak ada bukti baru yang cukup untuk menuntut tokoh berpengaruh yang namanya muncul dalam dokumen, termasuk politisi dan miliarder global.

Namun bagi para korban, kebenaran belum terungkap sepenuhnya.

0 Komentar