Trump Desak Publik Lupakan Epstein Files, Tapi Tekanan Politik dan Korban Terus Membesar

Donald Trump meminta publik “move on” dari polemik Epstein Files usai DOJ AS menutup peninjauan kasus.
Donald Trump meminta publik “move on” dari polemik Epstein Files usai DOJ AS menutup peninjauan kasus.
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan agar publik “move on” dari polemik Epstein Files, setelah Departemen Kehakiman AS (DOJ) menyatakan peninjauan jutaan dokumen kasus Jeffrey Epstein telah rampung dan tidak membuka jalan bagi penuntutan baru.

Namun, ajakan tersebut justru berhadapan dengan gelombang tuntutan lanjutan dari Kongres, para penyintas, dan kelompok advokasi, yang menilai pengungkapan kasus Epstein masih jauh dari kata selesai.

Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche menyampaikan bahwa, peninjauan dokumen Epstein Files yang diwajibkan oleh undang-undang Kongres telah dituntaskan sejak November lalu.

Baca Juga:Deretan Fakta Pulau Terlarang Milik Jeffrey Epstein, Dari Isolasi Ekstrem hingga Barang Bukti FBIKoleksi Seni Aneh Jeffrey Epstein Dilelang Diam-Diam, Dari Patung 'Wanita Tergantung' hingga Lukisan Palsu

Menurut Blanche, sebagian besar arsip berisi korespondensi, email, serta foto, tetapi tidak cukup kuat untuk menjadi dasar penuntutan pidana baru.

“Ada banyak korespondensi, email, dan foto, tetapi itu tidak serta-merta cukup untuk menuntut seseorang,” ujar Blanche dalam pernyataan resminya.

Pernyataan ini menjadi landasan sikap Gedung Putih yang mendorong agar perhatian publik dialihkan ke isu nasional lain.

Meski DOJ menyatakan peninjauan selesai, Dewan Perwakilan Rakyat AS memilih melanjutkan penyelidikan versi mereka.

Sejumlah tokoh politik senior, termasuk Bill Clinton dan Hillary Clinton, dijadwalkan memberikan kesaksian pada akhir Februari. Langkah ini menyusul ancaman sanksi contempt of Congress dari kubu Republik jika para saksi menolak hadir.

Di saat yang sama, anggota Kongres dari kedua partai dan kelompok korban terus menuntut rilis dokumen tambahan yang diyakini belum dibuka ke publik.

Nama Trump Muncul Ribuan Kali

Trump menegaskan tidak ada temuan baru yang mengaitkan dirinya dengan kejahatan Epstein dan menilai isu tersebut sudah usang.

Baca Juga:Epstein Files Terbaru! Indonesia Disebut Ratusan Kali, dari Bali hingga Klaim Rothschild–Hitler dalam DokumenTerungkap dalam Epstein Files, Menelusuri Asal-usul Kekayaan Jeffrey Epstein yang Lama Dipertanyakan

Namun, dokumen yang telah dirilis menunjukkan nama Trump tercatat muncul lebih dari 6.000 kali dalam arsip Epstein Files.

Catatan tersebut terutama berkaitan dengan relasi sosial Epstein dan Trump pada era 1990-an hingga awal 2000-an.

Salah satu email Epstein tahun 2011 kepada Ghislaine Maxwell kembali disorot, lantaran menyebut bahwa seorang korban

“tidak pernah menyebut Trump”—kalimat yang kerap dikutip sebagai bantahan tidak langsung terhadap tuduhan tertentu.

0 Komentar