Trump Desak Publik Lupakan Epstein Files, Tapi Tekanan Politik dan Korban Terus Membesar

Donald Trump meminta publik “move on” dari polemik Epstein Files usai DOJ AS menutup peninjauan kasus.
Donald Trump meminta publik “move on” dari polemik Epstein Files usai DOJ AS menutup peninjauan kasus.
0 Komentar

Hingga kini, tidak ada bukti baru yang secara substansial membantah klaim Trump bahwa hubungannya dengan Epstein telah berakhir sekitar 2004.

Trump juga diketahui jarang menggunakan email, sehingga jejak komunikasi langsung hampir tidak ditemukan dalam arsip digital Epstein Files.

Rilis terbaru turut mencakup daftar tip FBI yang belum diverifikasi, termasuk laporan dari masa kampanye Trump pada 2016.

Baca Juga:Deretan Fakta Pulau Terlarang Milik Jeffrey Epstein, Dari Isolasi Ekstrem hingga Barang Bukti FBIKoleksi Seni Aneh Jeffrey Epstein Dilelang Diam-Diam, Dari Patung 'Wanita Tergantung' hingga Lukisan Palsu

Sebagian dokumen sempat menghilang dari situs DOJ, memicu tudingan adanya upaya perlindungan terhadap presiden. Tuduhan tersebut dibantah DOJ, yang menyebut klaim itu spekulatif dan sensasional.

Sementara itu, beredarnya foto-foto baru yang menampilkan Trump dan Epstein dinilai tidak menambah informasi signifikan dibanding materi yang telah lama beredar di ruang publik.

Satu dokumen yang sempat disebut sebagai “bom politik” adalah catatan sugestif dalam buku ulang tahun Epstein tahun 2002, yang diduga ditulis Trump.

Namun, dokumen tersebut dirilis oleh estate Epstein, bukan oleh pemerintah AS, sehingga status dan konteks hukumnya tetap diperdebatkan.

Penyintas Tak Puas, Tekanan Terus Berlanjut

Salah satu penyintas, Lisa Phillips, secara terbuka menyatakan kekecewaannya terhadap langkah DOJ.

Ia menilai:

Dokumen belum sepenuhnya dibuka

Tenggat rilis dilanggar

Identitas korban sempat terekspos tanpa perlindungan memadai

Pernyataan ini memperkuat kritik bahwa penanganan Epstein Files masih mengabaikan perspektif korban.

0 Komentar