Buaya Muara 3 Meter Dievakuasi dari Lahan Pertanian Warga Babelan

Buaya Muara Dievakuasi warga di Kecamatan Babelan
Seekor buaya muara berukuran besar berhasil dievakuasi dari lahan pertanian warga di Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (7/2) sore.
0 Komentar

KABUPATEN BEKASI – Seekor buaya muara berukuran besar berhasil dievakuasi dari lahan pertanian warga di Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (7/2) sore. Evakuasi dilakukan setelah buaya tersebut dilaporkan sempat menyerang dua warga yang hendak pergi berkebun.

Buaya itu pertama kali terlihat berada di kebun warga yang berlokasi tak jauh dari Kali CBR, anak aliran Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL). Keberadaan satwa liar tersebut sempat memicu kepanikan warga lantaran beberapa kali naik ke daratan.

Salah seorang warga setempat, Ipul (38), mengatakan warga sempat berupaya menangkap buaya secara mandiri. Namun usaha tersebut gagal karena tali pengikat yang digunakan tidak kuat.

Baca Juga:‎Aurora Borealis : Fenomena Cahaya Langit yang Selalu Membuat Dunia TerpukauGuru PPG 2025 Dipaksa Menunggu: Pemerintah Proyeksi Cair Maret–April

“Warga panik karena buayanya masih muter-muter di sekitar kebun. Sempat ditangkap, tapi talinya putus. Buayanya balik ke kali, enggak lama naik lagi ke darat,” ujar Ipul kepada Cikarang Ekspres.

Upaya penangkapan awal tersebut tidak membuahkan hasil. Buaya kembali menghilang ke aliran sungai sebelum akhirnya muncul lagi pada Sabtu siang. Warga pun meminta bantuan komunitas Pemerhati Polisi Satwa untuk melakukan evakuasi.

Pemerhati Polisi Satwa, Ray Animale, mengatakan pihaknya menurunkan enam personel inti dalam proses evakuasi yang berlangsung cukup lama dan melibatkan bantuan warga sekitar.

“Panjangnya hampir tiga meter dengan berat sekitar 150 kilogram. Diangkat lima orang saja cukup berat,” kata Ray.

Menurut Ray, buaya muara dengan nama latin Crocodylus porosus tersebut diduga merupakan satwa liar yang memang berhabitat di aliran Sungai CBL. Namun, perilakunya yang agresif mengindikasikan kemungkinan sedang menjaga wilayah sarang.

“Kami menduga buaya ini sedang membuat sarang untuk bertelur. Di sekitar lokasi ditemukan indikasi sarang, sehingga buaya menjadi lebih agresif dalam mempertahankan teritorinya,” jelasnya.

Buaya muara yang diperkirakan berusia antara lima hingga tujuh tahun itu akhirnya berhasil diamankan dan dievakuasi ke Markas Polisi Satwa Pelapa 2 di Depok, Jawa Barat, guna menghindari konflik lanjutan antara manusia dan satwa liar.

Baca Juga:‎Satpol PP Lakukan Pengawasan Senyap di Rukos Columbus Galuh Mas Menjelang RamadhanPiala KONI Kabupaten Bekasi 2026, 650 Atlet Bersaing di 1.700 Nomor Renang

“Untuk sementara kami amankan. Rencananya buaya ini akan dilepasliarkan kembali ke habitat yang jauh dari permukiman warga,” pungkas Ray.

0 Komentar