KBEonline.id – Cek skema tabel KUR Mandiri 2026 pinjaman mulai Rp10 juta yang siap cair untuk modal usaha.
Tabel KUR Mandiri 2026 sendiri telah menjadi acuan penting untuk pelaku UMKM jika ingin mengajukan Kredit Usaha Rakyat.
Adapun, salah satu yang paling banyak dicari masyarakat adalah tabel KUR Mandiri 2026 pinjaman Rp10 juta.
Hal tersebut untuk dapat memperkirakan besaran cicilan bulanan.
Baca Juga:Daftar Wilayah Berpotensi Dihantam Cuaca Ekstrem Hari Ini Senin, 9 Februari 2026Doa Ziarah Kubur Sebelum Puasa Ramadan Sesuai Sunnah Lengkap Latin dan Artinya
Lewat tabel pinjaman KUR Mandiri 2026, calon debitur nantinya bisa melihat simulasi angsuran berdasarkan dari plafon pinjaman dan tenor yang dipilih.
Sekilas Tentang KUR Mandiri 2026
Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mandiri 2026 ditujukan untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang menjalankan usaha produktif. Program ini didukung pemerintah dengan bunga sekitar 6 persen per tahun, jauh lebih rendah dibandingkan kredit komersial.
Tenor pinjaman KUR Mandiri 2026 cukup fleksibel, mulai dari 12 bulan hingga maksimal 60 bulan. Fleksibilitas inilah yang membuat cicilan KUR Mandiri bisa disesuaikan dengan kemampuan keuangan UMKM perintis.
Simulasi Tabel Angsuran KUR Mandiri 2026 (Bunga ±6% per Tahun)
Berikut simulasi angsuran KUR Mandiri 2026 berdasarkan beberapa plafon pinjaman yang umum diajukan UMKM perintis. Angka bersifat estimasi dan bisa sedikit berbeda saat realisasi di bank.
Plafon Rp10 Juta
Tenor 12 bulan: ± Rp860 ribu per bulan
Tenor 24 bulan: ± Rp443 ribu per bulan
Tenor 36 bulan: ± Rp304 ribu per bulan
Tenor 48 bulan: ± Rp235 ribu per bulan
Tenor 60 bulan: ± Rp193 ribu per bulan
Plafon ini cocok untuk usaha mikro baru seperti warung kecil, usaha jajanan, atau jasa rumahan.
Syarat Mengajukan KUR Mandiri 2025
Berikut syarat umum untuk mendaftar KUR Mandiri di tahun 2025:
1. Warga Negara Indonesia (WNI)
Wajib memiliki KTP dan KK yang masih berlaku.
2. Memiliki Usaha Produktif
Usaha minimal berjalan 6 bulan, baik usaha rumahan maupun usaha kecil di pasar.
3. Tidak Sedang Menerima Kredit Produktif Lain
Pengecualian diberikan untuk kredit konsumtif seperti KPR atau kredit kendaraan.
4. Memiliki Dokumen Usaha
Bisa berupa SKU dari kelurahan/desa, NIB Online, atau dokumen lain yang mendukung.
5. Tidak Masuk Daftar Hitam BI Checking
