KBEOnline.id – Prancis baru saja bikin gebrakan di dunia video game. Pemerintah mereka mengakui secara resmi bahwa industri ini layak dihormati setara dengan seni dan budaya lain. Buktinya, seluruh tim Sandfall Interactive—studio di balik game Clair Obscur: Expedition 33—dapat gelar Knight of the Order of Arts and Letters. Totalnya ada 28 developer yang menerima penghargaan bergengsi itu.
Acara penganugerahannya berlangsung minggu ini. Semua anggota tim Sandfall Interactive diangkat jadi ksatria dalam seremoni resmi. Gelar Order of Arts and Letters sendiri adalah salah satu penghargaan budaya paling prestisius di Prancis. Beberapa nama besar di industri game, kayak Shigeru Miyamoto, Eiji Aonuma, dan Michel Ancel, juga pernah menerima kehormatan yang sama.
Order of Arts and Letters sudah ada sejak tahun 1950-an. Tujuannya jelas: mengapresiasi orang-orang dengan kontribusi luar biasa di bidang seni, sastra, atau ekspresi budaya lain. Masuknya para developer game ke daftar penerima penghargaan ini benar-benar menandai perubahan besar. Video game sekarang diakui sebagai karya seni yang punya pengaruh kuat dan nggak bisa lagi dipandang remeh.
Baca Juga:Rangkuman Lengkap Update 4.0 Honkai: Star Rail: No Aha at Full MoonPemain Overwatch Melejit Usai Rebranding dan Update Besar
Waktu pidato, Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, bilang penghargaan ini bukan buat satu orang saja, tapi buat seluruh tim kreatif di balik Clair Obscur. Dati menyebut game itu sebagai tonggak penting dalam sejarah video game di Prancis—dari segi ambisi, kualitas seni, sampai dampaknya secara global.
Dati juga menegaskan, keberhasilan Sandfall Interactive jadi kebanggaan nasional. Game mereka nggak cuma disambut hangat di Prancis, tapi juga bikin nama kreator Prancis makin harum di kancah internasional. Dia sampai menyoroti momen Sandfall tampil di The Game Awards sebagai pencapaian luar biasa.
Ngomong-ngomong soal The Game Awards, Clair Obscur: Expedition 33 mencatat sejarah dengan 13 nominasi dan menang sembilan penghargaan—rekor kemenangan terbanyak sepanjang sejarah ajang itu. Presiden Emmanuel Macron juga ikut memberi selamat, menyebut prestasi Sandfall sebagai kebanggaan besar, bukan cuma buat Montpellier, tapi juga buat seluruh Prancis.
