kbeonline.id – Suasana Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (8/2/2026) malam, tidak dipenuhi senyum kebahagiaan. Alih-alih merayakan kemenangan, Persija Jakarta harus menelan kekecewaan setelah takluk 0-2 dari Arema FC pada pekan ke-20 BRI Super League 2025-2026.
Hasil ini terasa menyakitkan bagi Macan Kemayoran. Sebab, sepanjang pertandingan, Persija tampil dominan dan menguasai jalannya laga. Statistik mencatat penguasaan bola mencapai 72 persen, namun keunggulan tersebut gagal diterjemahkan menjadi gol.
Penguasaan Bola Tak Sejalan dengan Efektivitas
Sejak menit awal, Persija tampil agresif dengan mengandalkan pergerakan dari kedua sisi lapangan. Aliran bola terus dikontrol oleh lini tengah Macan Kemayoran, memaksa Arema FC lebih banyak bertahan dan menunggu kesempatan lewat serangan balik.
Baca Juga:Resmi! Persis Datangkan Dejan Tumbas, Pemain Asing Ke-10 Paruh MusimPersaingan Hindari Degradasi Super League Kian Sengit
Namun, rapatnya pertahanan Singo Edan serta kurang tajamnya penyelesaian akhir membuat Persija frustrasi. Beberapa peluang yang tercipta gagal dimaksimalkan menjadi gol, baik karena keputusan yang kurang tepat maupun eksekusi teknis yang tidak sempurna.
Arema FC justru tampil efektif. Tim tamu menunggu celah dan memanfaatkan momen krusial. Dua serangan balik mematikan di penghujung laga menjadi pembeda.
Dua Gol Telat Gabriel Costa Jadi Pembeda
Petaka bagi Persija datang pada menit ke-82. Gabriel Costa memanfaatkan ruang di lini pertahanan Persija untuk mencetak gol pembuka Arema FC. Saat Persija semakin terbuka demi mengejar ketertinggalan, Arema kembali menghukum tuan rumah.
Pada menit ke-90+11, Gabriel Costa kembali mencatatkan namanya di papan skor. Gol kedua tersebut sekaligus memastikan kemenangan Arema FC dan membungkam publik GBK.
Mauricio Souza Akui Masalah Pengambilan Keputusan
Pelatih Persija, Mauricio Souza, tak menutupi kekecewaannya usai pertandingan. Ia menilai timnya sebenarnya sudah mengetahui area yang harus dieksploitasi, namun gagal memaksimalkannya.
“Saya rasa kami tidak berhasil memanfaatkan ruang-ruang yang ditinggalkan Arema. Kami menerima bola di area-area tersebut, tetapi pengambilan keputusan dan aspek teknis sedikit merugikan kami, terutama di babak pertama,” ujar Mauricio.
Ia menambahkan bahwa perubahan posisi di babak kedua membawa dampak positif. Persija tampil lebih agresif dan sepenuhnya menguasai permainan, meski tetap gagal mencetak gol.
