KBEonline.id – Jalan utama Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, mengalami amblas akibat abrasi Sungai Citarum. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (9/2) dini hari dan menyebabkan akses mobilitas masyarakat terganggu.
Amblasnya jalan itu membuat sebagian badan jalan runtuh ke arah sungai, sehingga tidak lagi aman dilalui kendaraan. Kondisi ini memaksa warga untuk mencari jalur alternatif demi tetap beraktivitas sehari-hari.
Kepala Desa Purwadana, E. Heryana, menjelaskan bahwa kerusakan jalan terjadi akibat banjir yang berlangsung secara berkelanjutan. Arus sungai yang deras mempercepat abrasi di sisi jalan yang berada tepat di bantaran Sungai Citarum.
Baca Juga:Harumkan Indonesia, Atlet AKTI Karawang Raih Emas Kejuaraan Internasional di Surakarta Motor dan Pickup Tabrakan di Batujaya Karawang, Satu Orang Tewas, Polisi Lakukan Olah TKP
“Amblasnya jalan ini terjadi dini hari sekitar pukul 00.35 WIB, disebabkan oleh banjir yang terus terjadi dan abrasi Sungai Citarum yang menggerus badan jalan,” ujarnya, Selasa (10/2).
Ia menuturkan, untuk sementara waktu masyarakat masih menggunakan akses jalan di sisi lain yang tidak terdampak amblas. Namun, jalur tersebut memiliki keterbatasan dan tidak dapat dilalui semua jenis kendaraan.
“Saat ini kendaraan roda empat masih dilarang melintas karena rawan. Yang diperbolehkan hanya kendaraan roda dua dan pejalan kaki,” katanya.
Pemerintah Desa Purwadana pun telah mengambil langkah cepat dengan melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah daerah. Surat permohonan perbaikan telah dikirimkan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang.
“Kami sudah berkirim surat ke pemerintah daerah melalui Dinas PUPR agar segera dilakukan penanganan,” ucapnya.
Menurut E. Heryana, penanganan yang dibutuhkan bukan sekadar perbaikan sementara, melainkan rekonstruksi jalan secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
“Kami mendorong agar dilakukan rekonstruksi perbaikan jalan, karena ini akses utama warga dan sangat vital,” tegasnya.
Baca Juga:Jadwal Tayang Drakor Our Universe Full Episode, Kisah Bae In Hyuk Jadi Papa MudaUpdate Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Selasa 10 Februari 2026: Harga Jual dan Buyback Naik
Selain itu, pihak desa juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum terkait penanganan abrasi. Salah satu usulan yang disampaikan adalah pembangunan side belt di sepanjang bantaran sungai.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BBWS untuk pembuatan side belt di pinggir Sungai Citarum sepanjang kurang lebih 100 meter,” jelas E. Heryana.
