Di tengah keterbatasan akses, pemerintah desa juga menjalin komunikasi dengan pihak perusahaan yang berada di sekitar lokasi amblas, yakni Resinda. Hasilnya, perusahaan tersebut menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi warga.
“Resinda bersedia menjadikan area perusahaannya sebagai jalan alternatif sementara untuk warga dengan biaya sendiri, sambil menunggu perbaikan dari PUPR,” ungkapnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat Desa Purwadana. Pemerintah desa berharap perbaikan jalan dapat segera direalisasikan agar aktivitas warga kembali normal dan aman. (Siska)
