Madura United Terpuruk, Ancaman Degradasi Makin Nyata

Madura United FC
Madura United Terpuruk, Ancaman Degradasi Makin Nyata
0 Komentar

kbeonline.id Madura United tengah berada dalam situasi genting di BRI Super League 2025-2026. Rentetan hasil buruk dalam lima pertandingan terakhir membuat tim berjuluk Laskar Sapeh Kerrab semakin dekat dengan ancaman degradasi. Alih-alih menjauh dari zona merah, Madura United justru kian terseret ke pusaran papan bawah klasemen.

Saat ini, Madura United menempati peringkat ke-14 klasemen sementara dengan koleksi 18 poin dari 20 pertandingan. Posisi tersebut memang masih berada di atas zona degradasi, namun jaraknya sangat tipis dan rawan digeser oleh para pesaing.

Performa Terburuk dalam Lima Laga Terakhir

Jika menilik tren performa, Madura United bisa disebut sebagai tim dengan catatan terburuk di Super League dalam lima laga terakhir. Dari lima pertandingan tersebut, Madura hanya mampu meraih satu hasil imbang dan menelan empat kekalahan.

Baca Juga:Kalahkan Persija di GBK, Arema FC Pede Kejar Posisi 5 BesarPersib Bandung Bawa Kurzawa ke Thailand, Debut di ACL 2 Kian Dekat

Artinya, Laskar Sapeh Kerrab hanya mengoleksi satu poin dari total maksimal 15 poin yang tersedia. Catatan ini jauh dari kata ideal, terlebih di tengah ketatnya persaingan papan bawah.

Ironisnya, performa Madura bahkan kalah dibanding tim juru kunci Persis Solo. Dalam periode yang sama, Persis masih mampu mengumpulkan empat poin—lebih baik dari Madura yang hanya mencatat satu poin.

Jarak Tipis dari Zona Merah

Posisi Madura United saat ini sangat rentan. Mereka hanya unggul tiga poin dari dua tim penghuni zona degradasi, yakni Semen Padang FC dan Persijap Jepara, yang sama-sama mengoleksi 15 poin.

Dengan masih tersisa banyak pertandingan, jarak tiga poin jelas bukan jaminan keamanan. Satu kekalahan saja bisa membuat Madura United turun peringkat, terutama jika pesaing di bawahnya mulai menunjukkan tren kebangkitan.

Situasi ini membuat setiap laga ke depan akan terasa seperti partai hidup-mati bagi Lulinha dan kawan-kawan.

Tekanan Mengarah ke Kursi Pelatih

Rentetan hasil negatif juga membuat posisi pelatih Carlos Eduardo Parreira berada dalam tekanan besar. Meski belum lama menukangi Madura United, ekspektasi untuk segera membawa perubahan membuat sorotan mengarah kepadanya.

Belum terlihat dampak signifikan dari sentuhan taktik Parreira. Problem klasik seperti lemahnya lini pertahanan, tumpulnya serangan, serta inkonsistensi permainan masih terus menghantui Madura United.

0 Komentar