kbeonline.id – PSBS Biak memasuki babak baru dalam perjuangannya di BRI Super League 2025-2026 setelah resmi menunjuk Marian Mihail sebagai pelatih kepala. Arsitek asal Rumania tersebut datang di tengah situasi yang tidak mudah, termasuk adanya larangan transfer dari FIFA yang membatasi pergerakan tim di bursa pemain.
Meski menghadapi berbagai kendala, Mihail tetap menunjukkan rasa optimistis. Ia percaya PSBS masih memiliki peluang untuk keluar dari ancaman degradasi jika mampu memaksimalkan potensi skuad yang ada.
Percaya Fondasi Tim Sudah Terbentuk
Marian Mihail mengaku sudah mempelajari kondisi PSBS sebelum menerima tawaran melatih. Menurutnya, meskipun hasil pertandingan belum maksimal, performa tim sebenarnya menunjukkan perkembangan yang cukup menjanjikan.
Baca Juga:Tertinggal Enam Poin, Mauricio Souza Masih Yakin Persija Bisa JuaraJadwal Super League pekan ke-21: Big Match Bali United vs Persija, Duel Borneo FC vs Persib Resmi Ditunda
Ia menilai PSBS memiliki fondasi permainan yang bisa dikembangkan. Karena itu, dirinya tidak berencana melakukan perubahan drastis, melainkan hanya menyempurnakan aspek yang sudah berjalan baik.
Mihail menegaskan fokus utamanya adalah meningkatkan efektivitas permainan tim agar lebih pragmatis dan efisien, terutama dalam memanfaatkan peluang dan menjaga konsistensi permainan.
Larangan Transfer Tak Menyurutkan Semangat
Salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi Mihail adalah sanksi FIFA yang membuat PSBS tidak bisa merekrut pemain baru. Namun, pelatih berusia 67 tahun tersebut mengaku sudah memahami situasi tersebut sejak awal.
Ia tetap percaya dengan kualitas pemain yang dimiliki saat ini. Menurutnya, terdapat enam hingga tujuh pemain inti yang mampu menjadi tulang punggung tim dalam upaya bangkit di sisa kompetisi.
Baginya, kunci keberhasilan bukan terletak pada jumlah pemain baru, melainkan bagaimana membangun kerja sama tim yang solid serta memaksimalkan potensi pemain yang tersedia.
Peran Penting Nurhidayat Haji Haris
Dalam skuad PSBS, Mihail memiliki satu sosok yang sudah sangat dikenalnya, yakni bek tengah Nurhidayat Haji Haris. Keduanya pernah bekerja sama saat memperkuat klub Filipina, United City FC.
Mihail menilai Nurhidayat memiliki peran penting, bukan hanya sebagai pemain bertahan, tetapi juga sebagai jembatan komunikasi antara pelatih dengan pemain lain. Ia yakin pengalaman kerja sama sebelumnya akan mempercepat proses adaptasinya di PSBS.
