KBEONLINE.ID KARAWANG – Penataan kota menjadi sorotan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Rengasdengklok Tahun Anggaran 2026. Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Karawang, Mumun Maemunah, menegaskan pentingnya menjadikan Rengasdengklok sebagai kota sejarah yang tertata rapi di tengah pertumbuhan ekonomi yang kian pesat.
Forum Musrenbang yang digelar pada Rabu (11/2/2025) tersebut menjadi wadah strategis dalam merumuskan usulan prioritas pembangunan kecamatan untuk dimasukkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Dalam kesempatan itu, Mumun menyoroti pertumbuhan ekonomi Rengasdengklok yang dinilai cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, geliat ekonomi di wilayah tersebut tidak lepas dari banyaknya pendatang yang membuka usaha, terutama di sektor perdagangan.
Baca Juga:Kapolres Karawang Tekankan Pemahaman KUHP dan KUHAP Baru Saat Kunjungan ke Polsek Ciampel dan KlariDPKPP Gelar On Farm Training, Dorong Peternak Karawang Ubah Limbah Jadi Pupuk Organik
“Di Rengasdengklok ini banyak pendatang yang berusaha, khususnya sebagai pedagang. Hal itu membuat ekonomi tumbuh cukup baik, meskipun sektor pertanian masih ada walau tidak lagi dominan,” ujarnya.
Meski pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren positif, Mumun menekankan pentingnya penataan kota agar perkembangan tersebut tidak menimbulkan kesan kumuh dan semrawut. Ia mengingatkan bahwa Rengasdengklok memiliki nilai historis tinggi sebagai kota perjuangan, sehingga wajah kotanya harus mencerminkan identitas tersebut.
“Kita ingin Rengasdengklok menjadi kota sejarah yang indah, rapi, dan bersih. Ekonomi tetap berjalan, pedagang bisa berdagang dengan nyaman, tetapi penataan kota juga harus diperhatikan,” katanya.
Ia mencontohkan masih adanya pedagang yang berjualan di area pasar lama, padahal pemerintah daerah telah menyediakan fasilitas pasar baru yang lebih representatif. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius agar tidak mengganggu estetika dan ketertiban kota.
“Pemerintah sudah memfasilitasi dengan pasar baru, tetapi masih ada yang berjualan di pasar lama. Ini harus ditata supaya kota terlihat lebih rapi dan tidak merusak pemandangan,” jelasnya.
Mumun menegaskan, perencanaan pembangunan harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga identitas Rengasdengklok sebagai kota bersejarah. Ia berharap seluruh usulan yang disepakati dalam Musrenbang dapat direalisasikan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Pembangunan harus seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan penataan kota. Kalau ini bisa berjalan bersama, Rengasdengklok bukan hanya maju secara ekonomi, tetapi juga nyaman dan membanggakan sebagai kota sejarah,” pungkasnya. (Siska)
