KARAWANG, KBEonline.id — Bencana longsor kembali mengancam permukiman warga di Desa Mekarmulya, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang. Tercatat, terdapat dua titik longsor yang berada di Dusun Mujiah RT 01/RW 01 dan Dusun Leuwi Sisir RT 03/RW 02. Longsor terjadi akibat tergerus aliran Sungai Cibeet yang semakin mendekati permukiman warga.
Sekretaris Desa Mekarmulya, Yusuf Tonjiri, menjelaskan bahwa longsor di Dusun Mujiah berpotensi memutus total akses jalan warga.
“Kalau di Dusun Mujiah terjadi longsor susulan, kemungkinan jalan terputus dan tidak ada akses untuk warga,” ujarnya pada Rabu (11/2).
Baca Juga:Gudang Limbah dan Restoran di Tambun Selatan Dieksekusi Cuti Bersama Imlek 2026 Kapan? Cek Tanggalnya!
Ia menyebutkan, jika longsor total wilayah yang terdampak di Dusun Mujiah mencapai 258 kepala keluarga (KK), dengan total 208 rumah dan 715 jiwa. Kondisi tersebut dinilai sangat mengkhawatirkan karena jalan tersebut menjadi satu-satunya akses utama masyarakat.
Sementara itu, longsor di Dusun Leuwi Sisir tidak secara langsung memutus akses jalan, namun telah mengancam permukiman warga. Hingga saat ini, tercatat dua rumah terdampak dan terancam tergerus arus sungai yang semakin deras, terutama saat musim hujan.
Menurut Yusuf, panjang tebing yang mengalami longsor di masing-masing dusun diperkirakan mencapai sekitar 100 meter. Pemerintah desa bersama warga telah melakukan upaya penanganan sementara secara swadaya dan menggunakan anggaran desa untuk perbaikan darurat.
“Kami sudah lama mengajukan permohonan ke BBWS karena ini kewenangannya. Harapannya bisa segera ditangani dengan pemancangan permanen,” kata Yusuf.
Ia menambahkan, pengajuan tersebut telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang konkret.
Satgas BPBD Kabupaten Karawang, Kaming, mengungkapkan bahwa wilayah tersebut memang rawan longsor sejak 2012. Ia menyebutkan, pengikisan bantaran Sungai Cibeet sebelumnya mencapai panjang sekitar 50 kilometer dan kini tersisa sekitar 30 kilometer yang masih rawan, terutama di Dusun Leuwi Sisir.
“Dua rumah saat ini terancam tergerus arus Sungai Cibeet. Jalan menuju Kampung Mujiah juga sudah terancam putus setelah bahu jalan tergerus banjir terakhir,” ujar Kaming.
Baca Juga:DLH Karawang Salurkan Bantuan Bingkisan untuk Pegawai dan Masyarakat Terdampak BanjirTerjaring Operasi Lodaya 2026, Pengendara Motor Bawa Sabu Langsung Diamankan Polisi
Ia menambahkan, pihak desa telah berulang kali mengajukan permohonan bantuan untuk pembangunan turap atau pemancangan permanen sejak 2015. Beberapa tim dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) disebut sudah pernah meninjau lokasi, namun belum ada realisasi pembangunan permanen.
