KARAWANG, KBEonline.id — Pemerintah Desa Purwadana bersama masyarakat menggelar musyawarah dalam rangka penanganan awal jalan amblas di aula Kantor Desa Purwadana, Rabu (11/2). Rapat minggon tersebut membahas langkah darurat serta skema perbaikan akses yang terputus akibat longsoran badan jalan.
Jalan lintas Jenebin Sumedangan di Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, diketahui amblas pada Senin dini hari (5/2) sekitar pukul 00.35 WIB. Kerusakan terjadi pada badan jalan di tikungan aliran sungai sehingga akses warga terganggu dan membutuhkan penanganan segera.
Kepala Desa Purwadana, E. Heryana, menjelaskan bahwa sebelum ambles, kondisi jalan sempat mengalami penurunan dan melengkung. Pergerakan tanah terus terjadi hingga akhirnya badan jalan runtuh ke bawah.
Baca Juga:Detik-detik Karyawan Swasta di Karawang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Cekcok dengan Kekasihnya Pemkab Karawang Perkuat Peran Dekranasda untuk Tingkatkan Daya Saing Kerajinan Kriya dan Industri Kreatif
Ia menyebut, penyebab utama diduga akibat erosi dari aliran sungai di sekitar lokasi. Posisi jalan yang berada di tikungan membuat arus air terus menggerus tepi jalan hingga struktur tanah melemah.
“Awalnya jalan turun dan melengkung, lalu terus bergerak sampai akhirnya ambles. Ini kejadian kedua di titik yang sama,” ujarnya.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemerintah Desa Purwadana segera melaporkan kondisi jalan amblas kepada Bupati Karawang melalui Camat Telukjambe Timur dengan melampirkan dokumentasi pendukung. Laporan resmi juga telah disampaikan kepada Dinas PUPR Kabupaten Karawang serta dikoordinasikan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum guna memastikan penanganan dilakukan secara terpadu.
“Kami langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan, Dinas PUPR, dan BBWS agar penanganan bisa segera dilakukan dan tidak berlarut-larut,” jelas E. Heryana.
Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, perbaikan jalan utama akan ditangani oleh Dinas PUPR Karawang yang saat ini masih melakukan kajian teknis serta penghitungan kebutuhan anggaran. E. Heryana menerangkan bahwa pemerintah daerah menargetkan proses perbaikan dapat rampung sekitar Juli mendatang, sekaligus dibarengi pembangunan pelindung tebing sungai oleh BBWS Citarum untuk mencegah erosi kembali terjadi.
“Kami berharap perbaikan bisa selesai sesuai target dan dilengkapi penguatan tebing sungai agar kejadian serupa tidak terulang,” tambah E. Heryana.
Selain itu, Pemerintah Desa Purwadana juga menggelar musyawarah bersama masyarakat terkait pembangunan jalan alternatif. Dalam musyawarah tersebut disepakati bahwa penanganan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan pembangunan jalur sementara sebelum rekonstruksi jalan utama dilaksanakan. PT BMJ Estate (Resinda) pun menyatakan kesediaannya membuka akses kawasan perumahan untuk mendukung lintasan sementara tersebut.
