Pemkab Karawang Perkuat Peran Dekranasda untuk Tingkatkan Daya Saing Kerajinan Kriya dan Industri Kreatif

Wakil Bupati Karawang, H. Maslani
Pemkab Karawang Perkuat Peran Dekranasda untuk Tingkatkan Daya Saing Kerajinan Kriya dan Industri Kreatif. -KBEonline.id-
0 Komentar

KARAWANG, KBEonline.id — Pemerintah Kabupaten Karawang menegaskan komitmennya mendorong ekonomi kreatif melalui kerajinan kriya dan industri kreatif sebagai salah satu pilar pembangunan daerah dengan memperkuat peran Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dalam membina dan mengembangkan pelaku UMKM.

Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, mengatakan sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat karena tidak hanya bertumpu pada kreativitas, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan menjaga keberlanjutan usaha.

“Pemberdayaan ekonomi kreatif bukan sekadar soal estetika produk, tetapi peluang nyata untuk pengembangan usaha dan penciptaan lapangan kerja. Pemerintah daerah siap mendukung Dekranasda dalam memperluas akses pelatihan, pemasaran, dan permodalan bagi perajin serta pelaku UMKM,” ujar Maslani usai Pengukuhan Pengurus Dekranasda Kabupaten Karawang Periode 2025–2030 di Galeri Bale Indung Nyi Pager Asih, Rabu (11/2).

Baca Juga:Longsor Ancam Ratusan Warga di Desa Mekarmulya, Akses Jalan Terancam PutusGudang Limbah dan Restoran di Tambun Selatan Dieksekusi 

Ia menegaskan, penguatan sektor ini harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan, mulai dari pendampingan teknis, peningkatan kapasitas SDM, hingga perluasan akses promosi melalui pameran regional dan nasional.

Menurutnya, Dekranasda berperan strategis sebagai mitra pemerintah dalam melestarikan kerajinan tradisional sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal. Melalui pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi pembiayaan, produk unggulan Karawang diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas.

“Kita harus bangga dengan produk lokal yang unik, berkualitas, dan berciri khas Karawang. Dengan sinergi yang kuat, saya yakin ekonomi kreatif akan terus berkembang dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Ketua Dekranasda Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, menekankan pentingnya pembaruan database perajin agar program pembinaan lebih tepat sasaran. Ia juga mengingatkan bahwa sektor kuliner belum termasuk kategori kerajinan sehingga perlu kejelasan dalam pengelompokan usaha.

Noneng menilai masih banyak perajin yang belum memiliki akses pasar dan ruang pengembangan yang memadai. Karena itu, ia mendorong penggalian budaya asli daerah melalui storytelling serta percepatan digitalisasi, terutama dalam penguatan Outlet Dekranasda Karawang.

“Database perajin harus diperbarui, budaya lokal perlu diangkat dengan storytelling yang kuat, dan digitalisas, khususnya di Outlet Dekranasda Karawang. Hal ini harus menjadi langkah konkret agar perajin memiliki akses pasar dan berkembang,” tegasnya.

0 Komentar