Rusia Klaim Epstein Files Bongkar 'Satanisme Barat', Singgung Dugaan Praktik Keji di Lingkaran Elite Global

Dokumen Epstein Files kembali disorot publik global setelah dibuka ulang oleh Departemen Kehakiman Amerika Ser
Dokumen Epstein Files kembali disorot publik global setelah dibuka ulang oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat, memicu berbagai reaksi dan kontroversi internasional.
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG — Terbukanya kembali berkas Epstein Files memantik reaksi keras dari Rusia.

Moskow menilai dokumen-dokumen terkait kasus kejahatan seksual mendiang Jeffrey Epstein tidak sekadar mengungkap kejahatan individu, tetapi membuka gambaran kelam tentang krisis moral yang disebut melekat pada lingkaran elite Barat.

Pemerintah Rusia menyebut isi dokumen tersebut berada di luar batas nalar kemanusiaan dan mencerminkan praktik menyimpang yang selama ini tertutup oleh kekuasaan dan pengaruh global.

Baca Juga:Warga Korea Utara Dieksekusi karena Nonton Squid Game dan Dengarkan K-Pop, Amnesty International Ungkap FaktaNama Elon Musk dan Mark Zuckerberg Muncul di Epstein Files, Hadiri Jamuan Makan Malam Mewah 2015

Pernyataan keras itu disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dalam wawancara dengan stasiun televisi NTV, Ahad (9/2/2026).

Menurut Lavrov, apa yang terungkap dalam Epstein Files menunjukkan kerusakan moral serius di kalangan elite Barat.

“Ini berkaitan dengan pengungkapan wajah kolektif Barat. Apa yang muncul ke permukaan umumnya berada di luar nalar manusia. Ini adalah bentuk satanisme murni,” ujar Lavrov, seperti dikutip dari Xinhua, Rabu (12/2/2026).

Lavrov menilai kasus Epstein tidak bisa dipandang sebagai kejahatan personal semata.

Ia menyiratkan adanya pola sistemik yang memungkinkan praktik-praktik ekstrem itu berlangsung dalam lingkaran kekuasaan tanpa tersentuh hukum selama bertahun-tahun.

Dalam wawancara yang sama, Lavrov juga menanggapi pemberitaan sejumlah media Barat yang berupaya mengaitkan tokoh-tokoh Rusia dengan berkas Epstein.

Ia menolak keras narasi tersebut dan menyebutnya sebagai upaya pengalihan isu yang bermuatan politik.

Baca Juga:Bocoran Desain iPhone 18 Pro dan Pro Max 2026: Apple Disebut Minim Perubahan Tampilan, Fokus 2 Sektor IniUji Coba LPG 3 Kg Satu Harga Dimulai 2026, Jakarta Selatan dan Timur Jadi Lokasi Awal Penerapan

Untuk menyindir tudingan tersebut, Lavrov bahkan mengutip bait puisi penyair era Soviet Vladimir Vysotsky, yang menurutnya mencerminkan absurditas klaim tersebut.

“Penetrasi kita di seluruh planet ini sangat nyata terlihat dari kejauhan,” ucap Lavrov, menekankan bahwa tudingan itu lebih bersifat spekulatif ketimbang berbasis fakta.

Nada serupa disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova.

Ia menyatakan bahwa Epstein Files justru mengungkap tingkat korupsi moral dan kekuasaan ekstrem di tubuh elite Barat.

Zakharova menilai skandal Epstein merupakan potret rusaknya sistem global yang selama ini melindungi kelompok berpengaruh dari pengawasan publik dan pertanggungjawaban hukum.

Menurutnya, terbongkarnya dokumen-dokumen tersebut memunculkan pertanyaan besar tentang bagaimana jaringan kekuasaan internasional bekerja, serta sejauh mana praktik-praktik menyimpang dapat berlangsung di bawah perlindungan struktur elite global.

0 Komentar