Tertinggal Enam Poin, Mauricio Souza Masih Yakin Persija Bisa Juara

Mauricio Souza
Mauricio Souza
0 Komentar

kbeonline.id – Kekalahan 0-2 dari Arema FC pada pekan ke-20 BRI Super League 2025-2026 menjadi pukulan telak bagi Persija Jakarta. Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Macan Kemayoran gagal memanfaatkan laga kandang untuk menjaga jarak dengan para pesaing di papan atas.

Hasil tersebut membuat Persija kini tertinggal enam poin dari Persib Bandung yang memimpin klasemen sementara. Selisih ini tentu menjadi tantangan besar dalam perburuan gelar juara musim ini.

Selisih Enam Poin Bukan Akhir Segalanya

Meski jarak dengan pemuncak klasemen melebar, pelatih Persija Mauricio Souza menegaskan bahwa timnya belum menyerah. Ia menilai kompetisi masih panjang dan segala kemungkinan tetap terbuka.

Baca Juga:Jadwal Super League pekan ke-21: Big Match Bali United vs Persija, Duel Borneo FC vs Persib Resmi DitundaMadura United Terpuruk, Ancaman Degradasi Makin Nyata

Menurut pelatih asal Brasil tersebut, fokus utama tim saat ini adalah memperbaiki performa sendiri, bukan terpaku pada hasil tim lain. Ia percaya konsistensi di sisa pertandingan akan menjadi kunci utama dalam menjaga peluang juara.

“Selisih enam poin bukan sesuatu yang mustahil untuk dikejar. Kompetisi masih panjang dan kami harus fokus pada diri sendiri,” tegas Souza.

Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa ruang ganti Persija masih menyimpan optimisme tinggi, meski tekanan mulai meningkat.

Kedatangan Pemain Baru Jadi Harapan

Salah satu faktor yang diyakini bisa menjadi pembeda adalah kehadiran sejumlah pemain anyar pada bursa transfer paruh musim. Persija termasuk klub yang aktif melakukan perombakan skuad dengan mendatangkan total tujuh pemain baru.

Empat di antaranya adalah pemain lokal:

  • Fajar Fathurrahman (bek kanan)
  • Shayne Pattynama (bek kiri)
  • Mauro Zijlstra (penyerang)
  • Cyrus Margono (kiper)

Sementara tiga legiun asing yang direkrut adalah:

  • Alaeddin Ajaraie (penyerang)
  • Paulo Ricardo (bek tengah)
  • Jean Mota (gelandang)

Souza mengakui proses adaptasi memang belum sepenuhnya maksimal. Beberapa pemain bahkan baru menjalani sesi latihan singkat sebelum langsung terlibat dalam pertandingan penting.

Ia juga menyoroti kondisi tim yang sempat kehilangan delapan pemain, termasuk tiga yang absen saat menghadapi Arema. Situasi ini membuat rotasi dan stabilitas tim sedikit terganggu.

Fokus Bangun Chemistry dan Konsistensi

0 Komentar