Ibu Rumah Tangga Wajib Tahu! Masak Sendiri atau Makan di Warteg, Mana yang Benar-Benar Lebih Hemat?

Warteg
Warteg
0 Komentar

KBEONLINE.ID – Perdebatan klasik ini kembali ramai dibahas: lebih hemat masak sendiri di rumah atau makan di warteg? Bagi pekerja kota hingga ibu rumah tangga yang mengatur keuangan keluarga, pertanyaan ini bukan sekadar soal selera, tapi soal strategi bertahan di tengah biaya hidup yang terus naik.

Berdasarkan ulasan dari para ahli keuangan, pilihan paling hemat ternyata tidak bisa disamaratakan. Semua bergantung pada pola hidup, manajemen waktu, dan cara mengelola bahan makanan.

Masak Sendiri: Terlihat Hemat, Tapi Bisa Jadi Boros

Banyak orang menganggap masak sendiri pasti lebih murah. Secara logika, memang masuk akal. Kita bisa menghindari biaya tambahan seperti ongkos tenaga memasak, sewa tempat, hingga margin keuntungan penjual.

Baca Juga:Belum Tahu Sejarah Stadion Utama Gelora Bung Karno? Fakta Aslinya Bikin Kamu Melongo!Kupas Tuntas NPD! Kenali 5 Tipe Narsisme yang Sering Tak Disadari di Sekitar Kita

Selain itu, memasak di rumah memberi kendali penuh atas menu, porsi, dan kebersihan makanan. Ibu rumah tangga juga bisa mengatur asupan gizi keluarga dengan lebih terkontrol.

Namun di balik itu ada jebakan tersembunyi. Jika belanja bahan dalam jumlah besar tanpa perencanaan matang, risiko bahan terbuang atau basi justru membuat pengeluaran membengkak. Tanpa meal planning yang jelas, belanja bisa impulsif dan berakhir tidak efisien.

Artinya, masak sendiri hanya benar-benar hemat jika disertai perencanaan menu yang disiplin.

Warteg: Murah, Praktis, Tapi Diam-Diam Menguras

Di sisi lain, warteg tetap jadi pilihan favorit pekerja kota. Harga relatif terjangkau, pilihan lauk beragam, dan tak perlu repot belanja maupun memasak.

Bagi mereka yang tinggal sendiri atau memiliki jam kerja panjang, makan di warteg dinilai lebih praktis dan minim risiko pemborosan bahan mentah.

Namun biaya harian yang terlihat kecil bisa menumpuk tanpa terasa. Apalagi jika ditambah kebiasaan membeli minuman kemasan, camilan, atau pesan makan lebih dari kebutuhan.

Jika tidak dikontrol, pengeluaran makan di luar bisa lebih besar dibanding memasak sendiri.

Baca Juga:Belajar Bahasa Jadi Seperti Main Game? Duolingo Jawabannya!Ketua Komisi II DPRD Soroti Kondisi Puskesmas Rengasdengklok, Usulkan Jadi Prioritas Pembangunan ‎

Kata Ahli: Sesuaikan dengan Gaya Hidup

Menurut Rista Zestika, tidak ada jawaban mutlak mana yang paling hemat. Semua kembali pada kondisi masing-masing.

Warteg lebih cocok bagi yang:

Tinggal sendiri

Sibuk bekerja

0 Komentar