Menjelang Munggahan Ramadan, Harga Ayam Sudah Rp40 Ribu per Kg, Pedagang: Setiap Hari Naik! ‎

Pedagang Ayam Pasar Johar
Pedagang Ayam Pasar Johar
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG – Sejumlah harga kebutuhan pokok di pasar tradisional di Kabupaten Karawang merangkak naik. Diperkirakan harga akan terus naik jelang bulan suci ramadan.

‎Berdasarkan pantauan dilapangan, kenaikan harga barang kebutuhan pokok mulai dirasakan naik sejak satu minggu kebelakang. Hingga saat ini pergerakan harga masih terus naik hingga mencapai 2 kali lipat dari harga normal.

‎”Sudah seminggu lalu harga terus mengalami kenaikan. Seperti harga ayam yang sebelumnya masih Rp 23 ribu perkilo gram naik hingga Rp 40 ribu perkilogram. Diprediksi harga ayam akan terus bergerak naik hingga ramadan,” ujar pedagang daging ayam di Pasar Johar , Agus, Jumat (13/2/26).

Baca Juga:‎Terus Bekerja untuk Masyarakat, Bupati Aep Syaepuloh Resmikan Jembatan Curug Penguat Akses Klari–Ciampel–PWKPengurus dan Pengawas Koperasi Merah Putih Dikumpulkan, Ada Apa? Ini yang Dilakukan Disperindagkop Karawang! ‎

‎”Saya tidak tahu penyebab kenaikan karena stok ayam masih cukup. Banyak yang bilang karena mau bulan puasa. Tapi itu kan masih jauh kenapa sudah naik. Kami merasakan adanya kenaikan satu minggu kebelakang. Harga naik setiap harinya hingga sekarang sudah diangka Rp.40 ribu perkilogram,” tambahnya.

‎Agus mengatakan, kenaikan harga ayam mulai dirasakan oleh pedagang satu minggu kebelakang. Karena kenaikan harga terjadi hampir setiap hari. Diprediksi harga aka terus naik saat ramadan pertama.

‎”Sudah setiap tahun harga akan naik hingga ramadan pertama. Saya yakin harga akan terus naik seperti tahun lalu,” jelasnya.

‎Lebih lanjut Agus, banyak pedagang belum mengetahui penyebab pasti kenaikan harga ayam. Kalau alasannya ramadan biasanya satu minggu sebelum ramadan baru dirasakan pedagang kenaikannya. Namu saat ini sebulan sebelum ramadan sudah terjadi kenaikan.

‎”Mungkin karena mau puasa ya. Tapi ini terlalu cepat naik saya tidak tahu kenapa. Kalau bicara stok sudah aman jadi tidak ada pengaruh penyebab kenaikan,” ungkapnya.

‎Meski harga ayam sudah merangkak naik hingga dua kali lipat namun para pedagang ayam memastika penjualan relatif stabil. Para pembeli tetap membeli ayam meski harga sudah naik.

‎”Permintaan ayam tidak mengalami penurunan meski harga sudah naik. Pembeli juga tidak mengeluh dengan kenaikan ini. Mungkin karena mereka berfikir mau bulan ramadan,” tuturnya.

0 Komentar